selamat datang di blogku!!!!!


Jumat, 02 Desember 2011

kunci

http://pendidikan.bekabenurulfikri.com/kunci/http://pendidikan.bekabenurulfikri.com/kunci/s
KODE : 615/511
Kemampuan ipa KUNCI TES SIMAK UI 201 1

NO NO NO NO NO
1 E D 13 C E 25 E D 37 D D 49 B C
2 C C 14 C B 26 B E 38 C A 50 C D
3 E A 15 D C 27 E A 39 A D 51 C C
4 A A 16 E C 28 E E 40 A C 52 D D
5 D E 17 B C 29 A E* 41 D C 53 C A
6 A A 18 C D 30 E* B 42 C D 54 A B
7 A E 19 D B 31 A E 43 D B 55 B C
8 C A 20 B D 32 A A 44 B A 56 C D
9 E E 21 C C 33 D A 45 B B 57 C C
10 A A 22 E C 34 C C 46 B B 58 D C
11 A A 23 E E 35 -* B 47 C B 59 D A
12 A C 24 C E 36 B -* 48 B C 60 A B
KUNCI TES SIMAK UI 201 1
KEMAMPUAN IPA
KODE : 616/512


NO NO NO NO NO
1 A B 13 B C 25 B A 37 A B 49 -* D
2 C C 14 B B 26 A B 38 D D 50 C E
3 E B 15 C B 27 D E* 39 B D 51 C C
4 A C 16 B C 28 A B 40 B C 52 C D
5 C E 17 D E 29 A A 41 E E 53 C A
6 C A 18 C B 30 B D 42 C A 54 D -*
7 B B 19 E D 31 E* A 43 D B 55 C C
8 C - 20 C B 32 E B 44 A A 56 E C
9 - C 21 B C 33 B D 45 A B 57 D C
10 B A 22 D A 34 D E 46 B B 58 C D
11 E - 23 B B 35 D D 47 B A 59 A C
12 B C 24 A D 36 E E 48 D D 60 D C
http://pendidikan.bekabenurulfikri.com/kunci/download/simak_ui2011/KUNCI_SIMAK_UI_2011_IPA_KODE_616_512.pdf
KUNCI TES SIMAK UI 201 1
KEMAMPUAN IPA
KODE : 617/513


NO NO NO NO NO
1 C E 13 B B 25 A D 37 E A 49 A B
2 D B 14 C D 26 A C 38 A B 50 B -
3 C E 15 E E 27 C E 39 B E 51 C C
4 B D 16 E E 28 C A 40 B B 52 C E
5 E A 17 D C 29 D A 41 B A 53 D E
6 C A 18 A C 30 A C 42 A B 54 D E
7 D D 19 B B 31 E* -* 43 E E 55 - B
8 E D 20 E A 32 C A 44 C A 56 B A
9 A C 21 C E 33 -* C 45 D C 57 E C
10 A C 22 B B 34 E B 46 A D 58 D D
11 D C 23 A C 35 B E 47 D E 59 E C
12 A A 24 C A 36 B E 48 E D 60 E D
http://pendidikan.bekabenurulfikri.com/kunci/download/simak_ui2011/KUNCI_SIMAK_UI_2011_IPA_KODE_617_513.pdf
KUNCI TES SIMAK UI 201 1
KEMAMPUAN IPA
KODE : 514/618


NO NO NO NO NO
1 C D 13 C D 25 E* D 37 B B 49 B A
2 E C 14 B B 26 B A 38 C E 50 B C
3 C A 15 C B 27 B A 39 B A 51 E C
4 A C 16 B B 28 A B 40 A B 52 E A
5 C E 17 A B 29 A A 41 E A 53 C B
6 E B 18 B C 30 D D 42 A B 54 C C
7 E E 19 A C 31 A A 43 B C 55 E E
8 D E 20 D B 32 A E* 44 E E 56 D E
9 B C 21 B A 33 D D 45 A C 57 C C
10 E D 22 C A 34 B E 46 C A 58 A E
11 E E 23 B C 35 E B 47 A D 59 C C
12 E E 24 C B 36 A A 48 D A 60 A D
http://pendidikan.bekabenurulfikri.com/kunci/download/simak_ui2011/KUNCI_SIMAK_UI_2011_IPA_KODE_618_514.pdf

Jumat, 14 Oktober 2011

http://www.scribd.com/doc/29522967/Proses-Perkecambahan-Pada-Padi

Kamis, 11 Agustus 2011

Kambium yang teletak diantara dua berkas pengangkut xilem dan floem (di sebut interfasikuler) mengalami pertumbuhan tidak tetap, pada musim penghujan dimana cenderung kebutuhan tanaman lebih terpenuhi maka pertumbuhan kambium pun lebih cepat, pertumbuhan kambium kearah luar membentuk unsur kulit pohon sedangkan kedalam membentuk unsur kayu ini lebih aktif pada musim hujan dan pada musim kemarau lebih pasif akibatnya tampak cincin2 kosentris yang di kenal dengan lingkaran tahun. Pada tipe berkas pengangkut kolateral terbuka floem berada di sebelah luar xilem dan diantaranya (ditengah2) terdapat kambium.
materi referensi:
http://mjumani.blogspot.com/2010/01/nowg…
http://contohlaporan.blogspot.com

Senin, 01 Agustus 2011

puisiku

"TIGA SENYUMAN"
karna sebuah senyuman ...
aku mulai terpesona ...
karna sebuaah senyuman ...
aku kini jatuh cinta ...
dan karna sebuah senyuman ...
aku akhirnya bahagia ...

betapa indah senyummu ...
buatku tak jenuh memandangmu ...
hanya tiga senyuman darimu ...
kau tlah takhlukkan hatiku ...
meski dirimu tlah bersamanya ...
senyumanmu tak kan hilang di mataku ...


"SEPASANG MATA"
indah tak terkira saat ku melihatnya
bagai dua permata indah
yang di dalamnya tersimpan curoisita ilmu
senantiasa mengeluarkan mata air penyejuk hati
lembut dan bersahaja dalam balutan cinta
dan mengajakku hanyut,,
ke dalam keindahan sejati sepasang mata...


"METAMORFOSA"
(to: all of XII)
kini kau hidup di taman penuh bunga
diselimuti banyak aroma kehidupan dunia
melewati segala proses menuju sempurna
dari telur, ulat, kepompong, hingga kupu- kupu indah
yang mengajari kita bagaiman hidup sebenarnya

telur kecil nan lemah bagaikan bayi dalam belaian bunda
selalu rindu kasih sayang dan cinta
ulat yang selalu ingin tahu bagaikan remaja muda
memakan segala daun pengetahuan yang ada
kadang terjebak oleh indahnya api- api asmara
kadang pula terjatuh jika tak dijaga
kepompong yang anggun bagaikan remaja tua
berpikir dewasa tuk kehidupan selanjutnya
sering bertapa dengan buku di tangan kanannya
dan harapan indah di tangan kirinya
hingga pada waktunya.....
jadilah kupu- kupu indah nan mempesona
terbanglah jauh ke seluruh penjuru semesta
perlihatkan sayap- sayap indahmu kepada dunia
agar mereka tahu...
kau tlah melewati metamorfosa sempurna
menjadi orang- orang berguna
dan membanggakan SMA dua


"DIALAH VIRUS CINTA"
hai jelita, masih ingatkah kau
dikala virus cintanya mengadsorpsi hatimu
kau tak kuasa menolak cintanya
hingga akhirnya dia berhasil melekat kuat di dinding sel hatimu
dan dia injeksimu dengan enzim lisozimnya
tuk robohkan keteguhan hatimu

sekian lama dia berada di hatimu
semakin tumbuh subur cintanya mengisi ruang rindumu
dia rakit cinta yang begitu sempurna di hatimu
yang akhirnya membutakan naluri dan akal sehatmu
daan kau patri dia sebagai cinta sejatimu

tapi, alangkah malangnya kau jelita...
dia perlahan merobek lapisan dinding hatimu
dia berusaha keluar dan melisiskanmu
yang sedang dimabuk cinta
betapa tega dia tinggalkanmu sendiri dengan hati tercabik pilu

dialah virus cinta yang jahat...
memasuki pintu hatimu tanpa salam
beri kau kebahagiaan sesaat
dan akhirnya keluar setelah hancurkanmu
dengan bekas penuh luka...


"ESOK HANYA UNTUKMU"
adai kau paham kata- kataku
kau pasti paham apa keinginan hatiku
untukmu aku berdiri di belakang

sepadan denganku tinggalkanmu
akhir dari cerita
yaa, tak kan ku akhiri
aku masih di belakangmu
nelayan berlayar saat dini hari
gerombolan ikan mengelilingi

tak lepas jaring dari genggaman
untuk perut tak henti mengais ikan
lukisan ini adalah gambar
untaian gambar cerita cinta
senjapun mengakhiri semua

masihkah kau tak mengerti?
enggan kau hiraukan pujianku
nanas telah menjadi matang
cintaku untukmu adalah benar
ingin sekali berhati denganmu
nila warna kesayanganmu
tinggal rasa ini hanya padamu
aku mencintaimu
ikrar suara hatiku menyayangimu
menunggu bukan harga mati bagiku
untukmu semua bisa kulakukan

carilah sejatimu
ingat masa lalu hanya mengingat sakit
tak ingatkah semua perlakuanmu?
rasa ini tak kan habis untukmu
aku ingin menjadi malaikatmu siang dan malam
by:angwyn cassandra

Senin, 20 Juni 2011

lagu barat enak enak

-Morning has broken
-Inside of my guitar
-Love of my life
-Wilingly
-Dream of me
beautifull girl -> jose marie chan
julia says-> wet wet wet
yesterday-> wet wet wet,beatles
tequila sunrise-> the eagles
not one night-> mr big
wild world-> mr big
dont cry-> guns n roses
daniel bedingfield_ If you're not the one
Richard Marx - Right Here Waiting
Elvis Presley - Can't help falling in love with you
The Beatles - In my life
The Beatles - Obladi-oblada
Fastball - out of my head
Queen - Bohemian Rhapsody
Queen - Nevermore
Queen - my melancholy blues
1.Boys Like Girls - Love Drunk
2.Boys Like Girls - Two Is Better Than One (ft Taylor Swift)
3.Boys Like Girls - Thunder
4.Boys Like Girls - The Great Escape
5.Boys Like Girls - She's Got A Boyfriend Now
6.Mayday Parade - I Swear This Time I Mean It
7.Simple Plan - I Can Wait Forever
8.Honor Society - Where Are You Now
9.Hoobastank - So Close So Far
10.Adam Lambert - For Your Entertainment
11.Adam Lambert - Time For Miracles
12.Adam Lambert - Whataya Want From Me
13.Kris Allen - Live Like We're Dying
14.Taylor Swift - Teardrops On My Guitar
15.Taylor Swift - You Belong With Me
16.David Archuleta - Crush
17.The Calling - Wherever You Will Go
18.The Calling - Adrienne
19.The Calling - Our Lives
20.Alex Band - Tonight
21.Demi Lovato - On the Line (ft Jonas Brothers)
22.Jonas Brothers - When You Look Me In The Eyes
23.Jonas Brothers - What I Go to School For
24.Selena Gomez - The Way I Loved You
25.Selena Gomez - Fly to Your Heart
26.Jesse McCartney - Beautiful Soul
27.Jesse McCartney - Because You Live
28.All Time Low - Weightless
29.All Time Low - Damned If I Do Ya (Damned If I Don't)
30.The All American Rejects - Dirty Little Secret
31.The All American Rejects - Gives You Hell
32.The Click Five - I Quit! I Quit! I Quit!
33.The Click Five - Just the Girl
34.Nick Jonas and the Administration - Who I Am
35.3Oh!3 - Still Around
36.Plain White T's - A Lonely September
37.Greenday - Wake Me Up When September Ends
38.Panic!At the Disco - New Perspective
39.Sean Kingston and Justin Bieber - Eenie Meenie
40.Justin Bieber - Baby (ft Ludacris)
41.Paparoach - Hollywood Whore
42.Ben Jelen - Come On
43.Ke$ha - Blah Blah Blah (ft 3oh!3)
44.Counting Crow - Accidentaly In Love
45.Bowling For Soup - High School Never Ends
46.The Script - Breakeven
47.David Cook - Come Back To Me
48.Lifehouse - Halfway Gone
49.Lifehouse - You & Me
50.Timbaland ft Katy Perry - If We Ever Meet Again
51.Orianthi - According To You
52.Nickelback - Never Gonna Be Alone
53.Reamonn - Million Miles
54.Oasis - Stop Crying Your Heart Out
55.John Mayer - Say
56.Mr.Big - To be with You
57.Daughtry - Home
58.The Red Jumpsuit Apparatus - Face Down
59.Lady Antebellum - Need You Now
60.Lady Antebellum - Love Dont Live Here
1.iris - ronan keating

2.that should be me - justin bieber
(ini asli lirik lagunya dalem banget, awalnya gue g suka justin bieber tapi karena lagu inilah gue jadi suka)

3.home - michael bubble

4.against all odd - elton john

5.bad day - daniel powter

6.unbelievable - craig david
Gilbert O'Sulivan - Alone again
Don Mclean - Vincent
Eric Carmen - All by Myself
MJ - Ben
Jose Mari Chan - Beautiful Girl

Minggu, 19 Juni 2011

tips tips pintar TOEFL

Tips Belajar TOEFL

1. Membiasakan diri Anda dengan tiga format TOEFL

Sebagian besar negara sekarang menawarkan TOEFL berbasis internet (iBT). Pastikan Anda mengetahui tes yang akan Anda ambil sebelum Anda mulai belajar TOEFL. Jika negara Anda menggunakan CBT Anda harus mengambil tes ini. Anda tidak dapat memilih untuk mengambil Paper Base Test jika negara Anda menunjukkan dan mewajibkan bahwa Anda harus mengambil CBT. Sebagian besar dari jenis pertanyaan pada umumnya sama, meskipun ada beberapa pertanyaan baru yang hanya dapat dijawab pada komputer. CBT dan iBT yang menggunakan stimuli visual dan terdapat porsi untuk Written test.

2. Teliti dan cari informasi tentang syarat untuk skor TOEFL

TOEFL test dibutuhkan sekali untuk siswa yang non-native English, yang ingin pergi ke sekolah menengah di Amerika Serikat. Kebanyakan orang mengambil TOEFL untuk mendaftar ke sekolah tertentu atau program khusus yang spesial. Sebelum anda mulai belajar, cari tahu apa yang menjadi persyaratan untuk sekolah anda tertarik untuk pergi ke. Ingat bahwa nilai untuk tes berbasis kertas yang berbeda dengan nilai untuk CBT dan iBT. Rata-rata nilai minimum yang dibutuhkan adalah sekitar 550 (paper test) atau 215 (CBT) atau 70 (iBT). Sebuah universitas bergengsi seperti Harvard memiliki harapan yang lebih tinggi. Beberapa sekolah akan melihat nilai dari berbagai bagian. Setiap iBT adalah bagian dari angka 30. Banyak perguruan tinggi mengharapkan Anda untuk mencapai keterampilan menulis lebih tinggi daripada kemampuan berbahasa. Nilai TOEFL hanya berlaku selama dua tahun.

3. Belajar bahasa Inggris akademik (bahasa Inggris untuk Anda berbicara dengan dosen dan akademisi yang lainnya)

TOEFL digunakan untuk tujuan yang berbeda dibandingkan dengan ESL tes. TOEFL mengukur kemampuan Anda untuk melangkah sukses di Amerika universitas atau kolese. Anda tidak perlu tahu tentang dunia usaha yang Anda lakukan di tes TOEIC (TOEIC Test sangat dibutuhkan untuk di lingkungan kerja, tapi TOEFL Test dibutuhkan untuk Anda yang ingin melanjutkan kuliah akademis). Sebagai gantinya, Anda harus berkonsentrasi dalam belajar bahasa yang akan Anda dengar di kampus dan istilah yang akan Anda dengar di kelas. Anda harus membaca buku-buku pelajaran, ensiklopedi (bisa lewat online juga sih), jurnal penelitian dan artikel lebih banyak porsinya daripada iklan dan ulasan-ulasan. Anda tidak perlu mengetahui latar belakang informasi tentang setiap mata pelajaran tertentu, namun hal ini jelas akan membantu Anda untuk menjadi akrab dengan jenis bahan. Jika Anda memiliki teman yang pergi ke universitas Inggris, pergi ke kelas dengan dia sesering mungkin. Pinjam bukunya dan bergaul dengan teman-temannya.

4. Gunakan Practice Test (tes untuk menguji kemampuan Anda)

Cara terbaik untuk mempersiapkan TOEFL adalah untuk melakukan latihan ujian. Jika Anda mengambil kelas TOEFL, guru Anda akan memberikan banyak bahan. Jika Anda belajar untuk TOEFL bagi diri Anda sendiri, anda perlu membeli beberapa sumber daya kunci. Temukan buku yang telah menjadi bahan seperti latihan, kosa kata, tes praktek, CD, dan kunci jawaban. Anda mungkin tidak ingin bekerja melalui sebuah buku mulai dari depan ke belakang. Pilihlah untuk bekerja pada bagian yang Anda temukan paling menantang. Jangan hanya mengandalkan satu buku. Anda mungkin memiliki buku yang lebih mudah daripada TOEFL resmi. Carilah contoh gratis di internet untuk melengkapi buku Anda.

5. Cari mentor

Native Speaker (penutur Bahas Ingggris asli Britain) yang bisa dipercaya dan patut dipelajari, yang tahu banyak tentang TOEFL merupakan salah satu sumber daya terbaik yang siswa miliki. Anda akan memiliki banyak pertanyaan yang Anda tidak dapat melalui buku. Siswa yang sering frustasi sering menyerah. Penting bahwa Anda memiliki seseorang yang akan menjawab pertanyaan Anda dan mendorong Anda bila Anda merasa jatuh (felling down). Jika Anda tidak mampu mencari seorang guru atau pengasuh, menemukan seorang siswa yang telah belajar untuk tes sebelumnya. Kadang-kadang siswa lainnya dapat memberikan petunjuk baik dan membantu Anda dengan tata bahasa pertanyaan. Anda mungkin dapat membantu mereka dengan pertanyaan juga. Mengajar orang lain merupakan cara terbaik untuk belajar.

6. Anda membangun stamina

TOEFL test yang memakan waktu lama untuk menulis. Jika Anda mengambil kertas berdasarkan uji akan membawa Anda sekitar 2,5 jam. CBT dan iBT yang jauh lebih lama. Anda akan di depan komputer selama 4 jam. Banyak siswa memiliki perhatian kurun waktu sekitar dua jam. Ini adalah maksimum panjang paling kelas. Setelah ini jumlah waktu mulai melemahkan kinerja. Jika Anda tetap belajar sesi ke salah satu atau dua jam, otak Anda tidak akan siap untuk bekerja empat. Memulai dengan singkat sesi belajar, dan bekerja lagi hingga ones. Mengingatkan diri sendiri bahwa tes yang panjang beberapa hari sebelum hari ujian. Hal ini mutlak diperlukan agar Anda mendapatkan yang baik dari tidur malam sebelum tes ini. Anda tidak mampu menjadi lelah.

7. Tiba disiapkan

Jika Anda tiba di pusat pengujian dengan semua hal-hal yang Anda butuhkan, Anda akan merasa tenang dan siap. Ketika Anda gelisah, memori Anda tidak berhasil juga. Pastikan Anda tahu persis bagaimana untuk ujian pusat dan di mana Anda dapat taman. Yang benar membawa sejumlah uang untuk parkir. Jika Anda menulis karya berdasarkan uji Anda harus sudah memiliki jumlah pencils, sebuah rautan pensil, dan beberapa yang tidak erasers smudge. Anda juga perlu bolpen untuk menulis karangan pada CBT jika Anda memilih untuk tidak jenis. Juga penting bahwa identifikasi tampak sah. Jika Anda memiliki masalah dengan ID anda sebelumnya, pastikan membawa cadangan foto. Jangan lupa bahwa setiap kertas kerja ETS mengirimkan Anda untuk membuktikan bahwa Anda telah terdaftar.

8. Pace sendiri

Wear a watch. Hal ini sangat penting jika anda mengambil karya berdasarkan tes. Beberapa ujian kamar tidak memiliki jam. CBT yang memiliki jam pada layar, namun Anda harus tetap memakai yang menonton untuk memastikan bahwa Anda tiba tepat waktu! Perhatikan waktu Anda sangat erat. Banyak siswa yang buruk pada TOEFL karena terlalu banyak menghabiskan waktu pada pertanyaan sulit. Anda seharusnya tidak menghabiskan lebih dari satu menit pada satu pertanyaan. Anda hanya akan ada 30 menit untuk menulis karangan pada akhir CBT. Menghabiskan sedikitnya 5 menit perencanaan karangan Anda. Simpan sedikitnya 5 menit untuk memeriksa pekerjaanmu.

9. Menggunakan tutorial

Pada CBT ada tutorial untuk membantu Anda memahami bagaimana untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Jangan melewatkan tutorial. Anda mendapatkan waktu tambahan untuk menggunakannya. Mereka akan membantu Anda merasa nyaman. Anda juga akan menjadi akrab dengan keyboard dan mouse. Mereka mungkin merasa sedikit berbeda dengan komputer sendiri atau yang di sekolah Anda.

10. Belajar tentang CAT (komputer adaptif pengujian)

Dua bagian CBT adalah komputer adaptif. Yang berarti Anda akan diberikan beberapa pertanyaan yang yang sedang kesulitan. Setelah pertanyaan yang terbaik, komputer akan menentukan untuk memberikan pertanyaan berikutnya. 10/15 Pertanyaan pertama di setiap bagian yang sangat penting. Jika Anda ini benar, skor Anda akan lebih tinggi. Pertanyaan-pertanyaan yang datang kemudian merupakan hal penting, namun tidak dihitung sebagai nilai lebih kepada Anda. Tidak ada salah untuk mendapatkan pertanyaan yang lebih mudah!

11. Jawab setiap pertanyaan

Tidak pernah meninggalkan pertanyaan kosong. Hilangkan semua jawaban yang Anda tahu salah dan kemudian membuat sebuah pendidikan guess. Pada CBT, Anda tidak dapat melewatkan pertanyaan dan kembali ke sana. Anda harus menjawab pertanyaan dan mengkonfirmasi bahwa Anda puas dengan jawaban Anda. Anda tidak dapat mengubah jawaban Anda, jadi double pastikan. Membaca bagian yang tidak adaptif komputer. Anda dapat melewatkan atau mengubah pertanyaan, tapi hanya jika Anda memiliki waktu ekstra. Anda dapat selalu kembali dan mengubah pertanyaan di kertas ujian, tetapi siswa jarang ada waktu untuk melakukannya.

12. Secrets untuk bagian Listening

Jangan melihat kembali di mendengarkan pertanyaan setelah Anda memutuskan untuk mengirimkan jawaban. Anda harus selalu berusaha untuk membaca maju. Jika Anda tahu pertanyaan sebelum Anda mendengar petikan Anda akan mulai memiliki kepala. Pada TOEFL iBT Anda diperbolehkan untuk mengambil catatan. Hal ini tidak diperkenankan untuk karya berbasis komputer dan TOEFL. Bila Anda mempraktekkan untuk mendengarkan bagian, jangan memutar kaset atau CD lebih dari satu kali. Pada sebenarnya Anda hanya akan mendengar semuanya sekali. Anda harus melatih telinga Anda untuk mendengarkan kanan pertama kalinya.

13. Struktur secrets untuk bagian

Bagian ini telah dihilangkan untuk TOEFL iBT. Anda tidak perlu belajar untuk bagian ini, kecuali jika Anda mengambil versi lama TOEFL. Banyak siswa mengatakan bahwa ini adalah yang paling sulit bagian dari tes TOEFL. Tidak bingung dengan kata-kata sulit. Banyak penutur asli tidak tahu istilah ilmiah dalam kalimat. Yang penting adalah bahwa Anda dapat mengidentifikasi bagian-bagian kalimat. Simplify sebuah kalimat yang memiliki banyak hal yang tidak mengerti dengan menggunakan kata-kata yang sama bentuk. Pekerjaan Anda adalah untuk membuat kalimat yang benar. Selalu pastikan bahwa setiap kalimat yang subjek dan verb. Melihat tanda-tanda baca dalam kalimat. Anda harus dapat mengenali struktur (misalnya, kata benda atau frase berpreposisi ayat) bahkan jika anda tidak memahami apa artinya kalimat. Jangan memilih huruf pertama yang terlihat salah sampai Anda mencoba setiap pilihan. Anda mungkin menemukan dua yang terlihat salah. Maka Anda harus membuat sebuah pendidikan guess.

14. Secrets untuk Membaca bagian

Sama seperti bagian dalam struktur, tidak penting bagi anda tahu setiap kata dalam bacaan bagian. Berkonsentrasi pada daerah-daerah yang berhubungan langsung dengan pertanyaan. Skim melalui petikan, membaca pertanyaan, maka untuk membaca lebih detail. Pertanyaan yang biasanya datang dalam rangka mereka muncul di dalam petikan. Mengantisipasi jenis pertanyaan anda akan ditanyakan di bagian ini. Sekurang-kurangnya 60 persen dari pembacaan akan memiliki gagasan utama pertanyaan. Anda akan diminta setidaknya dua kosa kata dari setiap pertanyaan yang membaca. Anda juga akan ditanya beberapa pertanyaan rinci beberapa kesimpulan dan pertanyaan. Anda tidak akan ada waktu untuk membaca kembali secara keseluruhan petikan.

15. Rahasia untuk Penulisan bagian

Anda akan memiliki 30 menit untuk menulis karangan pada CBT. Karya berdasarkan tes kadang-kadang disertai dengan TWE (Test of Written English). Anda tidak memiliki akses ke spell memeriksa fungsi pada CBT. Yang paling penting adalah untuk menjaga menulis sederhana dan jelas. Tidak menggunakan kosa kata dan tanda baca yang tidak yakin. Anda tidak akan kesan pembaca. Bila Anda praktek untuk bagian ini, menemukan format yang Anda merasa nyaman dengan. Gunakan format ini setiap waktu. Misalnya, Anda mungkin tesis selalu berada dalam ketiga kalimat perkenalan Anda. Anda mungkin selalu mengakhiri kesimpulan dengan pertanyaan. Pastikan untuk menggunakan banyak contoh-contoh untuk mendukung esai. Kata dan frasa transisi akan membuat Anda membaca esai dengan lancar. Menghafal daftar ini dan praktek menggunakan mereka. Selalu meninggalkan waktu untuk mempelajari apa yang telah ditulis. Membaca essay diam-diam di kepala.

16. Anda membuat koreksi jelas

Jika Anda mengambil kertas ujian, ingat bahwa mesin akan menandai uji Anda. Hanya satu lingkaran harus diisi in Isi dalam semua cara menggunakan pensil tajam gelap. Jangan gunakan pena! Jika Anda menghapus sesuatu, pastikan benar-benar terhapus. Banyak siswa kehilangan poin karena sloppy dengan pencils dan erasers.

17. Pakaian dalam pakaian yang nyaman

Pakaian dalam lapisan nyaman pada tes hari. Anda tidak akan pernah tahu atau tidak ujian kamar akan dingin atau hangat. Memakai baju favorit Anda. Bila Anda merasa nyaman anda melakukan lebih baik! Jangan memakai pakaian ketat. Anda harus duduk dalam satu tempat untuk waktu yang lama.

18. Pastikan untuk makan sebelum ujian

Empat jam adalah waktu yang lama untuk pergi tanpa makanan ringan. Anda tidak akan diizinkan untuk membawa makanan atau minuman apapun ke dalam ruang ujian dengan Anda. Eat a sensible makan sebelum Anda mengambil ujian. Menghindari terlalu banyak kafein karena akan memberikan getaran. Jangan mengkonsumsi sejumlah besar gula kanan sebelum ujian. Anda akan sangat cepat lelah. Pastikan bahwa Anda memiliki banyak air (tetapi tidak terlalu banyak karena Anda tidak ingin buang waktu di WC).

19. Merujuk pada situs resmi TOEFL

Situs resmi TOEFL (www.toefl.com) telah membantu sejumlah hal yang dapat Anda download secara gratis. Mereka akan menyediakan Anda dengan daftar topik untuk menulis esai. Anda juga dapat menemukan informasi penting tentang uji pusat dan menguji update. Banyak dari pertanyaan anda dapat dijawab disini. Anda juga akan mendapatkan petunjuk tentang sumber daya yang patut membeli.

20. Skor

Nilai untuk iBT tersedia online 15 hari setelah Anda mengambil ujian. Untuk karya berbasis komputer dan berdasarkan tes TOEFL menghubungi pusat dan meminta untuk Skor Formulir Permintaan Laporan. Anda dapat memilih empat lembaga di mana anda ingin skor yang akan dikirim ke gratis. Anda harus memberikan informasi ini dengan Anda pada hari ujian. Jika Anda mengambil CBT Anda akan tahu Anda Mendengar dan Membaca skor. Anda tidak akan mengetahui Anda Struktur / Penulisan nilai sampai Anda mendapatkan informasi ini melalui pos. Jika Anda menunggu sampai hari setelah ujian, Anda akan dikenakan biaya sekitar $ 12 untuk setiap lembaga yang akan menerima skor Anda.

*
Belajar TOEFL Mandiri Lebih Efektif Ketimbang Kursus, Ini Caranya

Banyak orang sibuk mencari tempat les 'bergengsi dan mahal' untuk lulus TOEFL dengan nilai bagus. Padahal hasilnya? Selalu memuaskankah? Anda perlu mengubah paradigma, belajar TOEFL mandiri sangatlah lebih progresif. Ikuti tips berikut ini!
Pertama, niatkan bahwa Anda BENAR-BENAR inginj belajar dulu. Ini step awal. Tanpa starting point ini, jangan nekad memulai TOEFL.
Kedua, pastikan Anda memiliki buku panduan TOEFL standar universal yang lengkap (termasuk CD listeningnya) dan tebal lembar latihannya. Baron's, Cliff's atau Cambridge bisa jadi alternatif.
Ketiga, ketika berlatih mandiri ada kiat-kiat tersendiri untuk sesi Listening, Structure, dan Reading Comprehension. Di sesi Listening, kuncinya adalah membiasakan diri dengan English verbal speaking. Bisa dibiasakan dengan mendengarkan percakapan, lagu, film, dan sebagainya yang serba in English, yang semua itu sudah sangat mudah untuk diakses di era ini; HP bisa menjadi saran efektif untuk menyimpan file-file recording tersebut sehingga mudah kita pakai setiap saat. Ingat, selalu take-note dan lakukan REVIEW untuk setiap aktifitas tersebut. Di sesi Structure, kuncinya adalah never stop mencoba banyak dan lebih banyak latihan soal dengan SELALU MEREFERENSI kepada kunci jawaban; karena jenis-jenis soal akan selalu membahas kategori-kategori soal serupa yang HANYA DIIMPROVISASI saja. Semakin berlatih, semakin mahirlah Anda. Di sesi Reading Comprehension, kuncinya adalah membiasakan diri dengan membaca bacaan-bacaan ilmiah (terutama dari buku TOEFL sendiri) dengan SELALU MENCATAT kata-kata kunci yang belum Anda ketahui maknanya. Sehingga Anda perlu satu buku khusus untuk mengkoleksi kata-kata tersebut. Hati-hati, aktifitas ini bisa sangat membosankan. Pandai-pandailah mengatur mood.
Keempat, jika sudah terbiasa, buatlah target-target progresif seperti, melakukan pembatasan waktu tiap sesi untuk meningkatkan speed Anda dalam mengerjakan TOEFL.
Dengan empat langkah tersebut, god-willing Anda akan berhasil menguasai TOEFL secara mandiri. Selamat mencoba dan Semoga berhasil!

Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/writing/2119128-belajar-toefl-mandiri-lebih-efektif/#ixzz1Pi5TXdlT


Diambil dari: http://belajar-toefl.blogspot.com/

*
TOEFL PREPARATION

1. Apakah TOEFL itu?

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur penguasaan bahasa Inggris mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Nilai TOEFL biasanya merupakan salah satu persyaratan masuk di sejumlah 2400 perguruan tinggi di Amerika, Kanada dan 80 negara lainnya di dunia (ETS: 1999).

1. Kemampuan apa saja yang diuji dalam tes TOEFL?

Ada tiga bagian tes TOEFL yang harus dikerjakan oleh peserta tes. Bagian pertama adalah soal-soal yang mengukur kemampuan Listening Comprehension dalam jumlah 50 soal, Structure & Written Expression , 40 soal, dan Reading Comprehension, 50 soal. Keseluruhan soal dibuat dalam bentuk pilihan berganda (kecuali untuk Computer Based TOEFL ada soal esai yang menguji kemampuan mengarang peserta dalam bahasa Inggris serta variasi lain bentuk soal seperti menjodohkan, meng highlight kata tertentu yang ada kaitannya dengan main idea suatu bacaan, dll.). Keseluruhan tes berlangsung dalam waktu kurang lebih 150 menit, untuk Paper and Pencil Based TOEFL, dan kurang lebih 240 menit untuk Computer Based TOEFL. Waktu yang relatif lama untuk Computer Based TOEFL ini sudah termasuk prosedur tutorial.

1. Ada berapa jenis tes TOEFL?

Terdapat dua jenis tes TOEFL, yaitu 1) Paper and Pencil Based TOEFL; dan 2) Computer Based TOEFL. Jenis tes TOEFL yang pertama adalah tes TOEFL yang kita kenal selama ini, dimana baik soal maupun jawaban dikerjakan dengan menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan jenis tes TOEFL yang kedua adalah model tes yang relatif baru karena pertama kali diperkenalkan pada tahun 1998. Seperti yang tertera pada namanya, tes ini menggunakan komputer dalam penyampaian soalnya dan peserta tes akan menjawab tes ini juga melalui komputer.

1. Selain kedua jenis tes diatas, apakah masih ada jenis tes TOEFL lainnya?

Untuk keperluan pra-seleksi ataupun keperluan intern suatu lembaga, maka ETS sebagai lembaga pengembang dan penyelenggara tes TOEFL juga menyelenggarakan TOEFL ITP (ITP= Institutional Testing Programme). Jumlah soal dan tingkat kesulitan TOEFL ITP tidak berbeda dengan Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL, karena memang soal-soal yang digunakan pada TOEFL ITP adalah soal tes TOEFL yang telah pernah digunakan sebelumnya. Perbedaan yang perlu diketahui oleh mereka yang merencanakan mengikuti tes TOEFL adalah bahwa skor yang diperoleh dari TOEFL ITP dalam pengunaannya terbatas. Perguruan tinggi di Amerika, misalnya, hanya akan menerima skor yang diperoleh dari Paper and Pencil Based TOEFL atau Computer Based TOEFL. Perbedaan lainnya adalah dalam hal biaya tes. Saat ini biaya Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL adalah sebesar US $ 110, sedangkan TOEFL ITP biayanya relatif lebih murah yaitu sebesar US $ 25. Perlu juga diketahui bahwa Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya diselenggarakan di Test Center tertentu dengan jadwal tes yang telah ditentukan jauh hari sebelumnya, sedangkan TOEFL ITP jadwal penyelenggaraannya lebih fleksibel dan di Indonesia dilaksanakan oleh IIEF (The Indonesian International Education Foundation) dengan berkoordinasi dengan pusat bahasa yang ada di perguruan tinggi negeri.

Selain TOEFL ITP, juga ada TOEFL Prediction/Equivalent Test yang biasanya digunakan untuk memperkirakan skor TOEFL seseorang sebelum yang bersangkutan mengikuti tes TOEFL lainnya (Paper and Pencil Based TOEFL, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP). Jenis tes TOEFL Prediction ini pada umumnya diselenggarakan oleh lembaga/pusat bahasa atau tempat-tempat kursus yang menyelenggarakan pelatihan TOEFL.

5. Apakah ada perbedaan dalam sistim penilaian Paper and Pencil Based TOEFL, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP dan TOEFL Prediction Test?

Benar, sistim penilaian atau skor yang digunakan untuk Paper and Pencil Based TOEFL, TOEFL ITP, TOEFL Prediction Test dan Computer Based TOEFL memang berbeda. Hal ini dilakukan tentu dengan maksud agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran skor yang dilaporkan peserta tes. Rentang skor yang digunakan oleh Paper and Pencil Based TOEFL, TOEFL ITP, dan TOEFL Prediction Test adalah 310 (nilai terendah) s.d 677 (nilai tertinggi), sedangkan untuk Computer Based TOEFL, nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi 300 (TOEFL Score User Guide, 2000-2001). Tingkat kesulitan soal untuk keseluruhan jenis tes ini tentu saja sama, sehingga dapat dikatakan mereka yang memperoleh skor 677 pada Paper and Pencil Based TOEFL diperkirakan akan memperoleh skor 300 pada Computer Based TOEFL, dan sebaliknya jika seorang peserta tes memperoleh skor 213 dalam tes TOEFL yang menggunakan komputer (Computer Based TOEFL), maka skor yang bersangkutan pada Paper and Pencil Based TOEFL adalah 550.

1. Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?

Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):

· Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420

· Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480

· Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520

· Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677

Dari klasifikasi skor diatas, mungkin muncul pertanyaan seandainya tes TOEFL diberikan pada mahasiswa Amerika, misalnya, apakah mereka akan kesulitan mengerjakan soal-soal TOEFL? Studi yang dilakukan oleh Johnson (1977) menyebutkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh oleh 173 mahasiswa tahun pertama dan kedua di Universitas Tennessee, Amerika Serikat, adalah 628. Artinya, bagi penutur bahasa Inggris sendiri, soal-soal TOEFL bisa dikerjakan dengan mudah, terbukti dari skor yang mereka peroleh yang berada pada level Mahir atau Advanced.

Dengan mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.

Pertanyaan yang sering mengemuka di forum-forum diskusi para pengajar Bahasa Inggris di Indonesia adalah berapa seharusnya penguasaan bahasa Inggris seorang mahasiswa di Indonesia agar mereka mampu menambah wawasan keilmuannya melalui bacaan yang ditulis dalam bahasa Inggris? Penguasaan pada level Dasar (Elementary) tentu tidak akan memberi kontribusi yang berarti bagi para mahasiswa di Indonesia dalam hal upaya peningkatan pengetahuan melalui buku-buku teks/pengetahuan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Diperlukan penguasaan minimal pada level Menengah Atas (High Intermediate) agar para mahasiswa bisa menyerap materi perkuliahan yang ditulis dalam bahasa Inggris dengan relatif mudah.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan sejak sekarang.

7. Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?

Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang lisensi tes TOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.

Sedangkan untuk mengikuti TOEFL ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun 2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.

Jenis tes TOEFL Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu hari sebelum hari penyelenggaraan.

8. Anda masih memerlukan informasi lebih jauh mengenai tes TOEFL?

*
[beasiswa] [TIPS] Bagaimana mempersiapkan TOEFL?

Saya cuma mo sharing mengenai cara belajar TOEFL yang pernah saya pake.
Sebenarnya kasusnya nggak beda dengan UMPTN, but TOEFL itu pada intinya
bagaimana mengukur capability seseorang in english untuk berkomunikasi, baik itu
melalui strucuture, reading ataupun listening. Kalo saya lebih senang belajar
dari kesalahan2 dari proses belajar TOEFL mandiri yang saya lakukan, karena dari
situ saya tau kelebihan dan kekurangan saya sendiri. Saya coba bahas satu
persatu :

1. Listening
Untuk belajar listening memang agak sedikit susah kalo kita tidak belajar secara
intense. Tetapi belajar dari soal2 TOEFL (khusus listening) juga amat sangat
membosankan dan terbatas. Membosankan karena kita diharuskan untuk terus
konsentrasi dalam mendengarkan dan terkadang tidak membuat kita relaks, terbatas
karena obyek persoalan hanya sebatas berkisar pada kaset atau source yang kita
punya saja (seperti CD). Bagus juga usulan mengenai belajar dari TV seperti
Metro TV ataupun RCTI pagi ataupun coba belajar dari film yang banyak dialognya
(khususnya film2 drama). Terkadang dalam menonton film awalnya kita kurang
begitu mengerti, tetapi coba 2-3 kali putar ataupun sampai anda mengerti isi /
dialog dari film tersebut. Terkadang awalnya kita tidak mengerti arti dari suatu
kata atau dialog dari suatu film karena kita tidak mengerti alur cerita dari
film itu. Tetapi setelah anda memahami isi cerita tersebut umumnya hal ini dapat
sangat membantu dalam pemahaman sebuah dialog atau narasi. Ini juga sangat
membantu dalam teknik "guessing" atau "shooting in the dark" dalam test TOEFL,
terutama dalam narasi test ataupun long conversation. Untuk narasi kita bisa
belajar dari film seperti dari Discovery Channel ataupun National Geographic,
atau jika anda mau bersusah payah sedikit anda bisa datang ke tempat British
Council dimana disitu juga menyajikan News dari CNN ataupun BBC. Memang kayaknya
dari Metro TV ataupun RCTI itu sudah cukup, tetapi dalam hal ini presenternya
yang native sangat membantu dalam membiasakan kita mendengar baik itu dalam
lafal,slank ataupun dari cepatnya mendengar. Mungkin kalo anda sedikit mampu
bisa berlangganan TV-Kabel Kabelvision ataupun Indovision (sory ini bukan
promosi), karena disitu variasinya sangat banyak (dari news, film, sport dll).

2. Structure
Dalam hal ini sebenarnya kita tidak perlu punya suatu collection mengenai arti
suatu kata secara mendalam. Cuma dengan koleksi kata yang banyak itu dapat
sangat membantu dalam memahami arti dari sebuah tense atau kalimat. Pada intinya
dalam structure ini lebih banyak mengenai penggunaan suatu tenses dan
kesetaraannya. Untuk memahami kondisional pemakaian dari masing-masing tenses
ini saya lebih enak belajar dari bukunya Murphy ataupun Longman (di Gramedia
ada). Karena disitu selain ada mengenai explanation dari bentuk tensesnya juga
ada kondisional pemakaian untuk masing-masing tensesnya. Cara lain anda juga
dapat memperbanyak latihan soal2 mengenai sturucture ini dan mencatat setiap
kesalahan2 yang anda buat dalam suatu notes tersendiri disertai dengan contoh
dari soal tersebut dan komentar tentang kesalahan yang anda buat. Sehingga anda
bisa lebih fokus untuk improvement dari kesalahan2 tersebut. Mungkin berbeda
dengan listening yang memerlukan source khusus seperti kaset, cd atau vcd yang
cenderung lebih mahal, anda bisa meng-copy soal2 ini dari perpustakaan ataupun
dari teman2 anda yang ongkosnya relatif lebih murah.

3. Reading
Dalam test ini memang kombinasi dari pemahaman structure dan koleksi kata2 yang
baik akan sangat membantu, disamping juga dalam pemahaman suatu bacaan (dalam
tenses maupun paragrafnya). Untuk koleksi kata2 saya biasanya belajar dari hal
yang saya temukan sehari2. Misalnya anda membaca suatu buku ataupun majalah.
Mungkin pada awalnya anda tidak begitu mengerti karena banyak sekali kata2 yang
baru dan baru anda dengar/ketahui. Dan terkadang anda sudah begitu banyak
membuka2 kamus tetapi setiap menemukan kata itu lagi, anda tidak ingat lagi
artinya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan. Pertama anda hanya fokus
terhadap kata-kata yang sering digunakan dan anda tidak mengetahui artinya. Anda
bisa buat suatu notes sendiri dari kata2 tersebut dalam suatu buku atau jika
anda gemar menggunakan komputer anda bisa menyalinnya dalam aplikasi Excel
ataupun Spreadsheet lainnya, yang memudahkan anda untuk mencari kata2 tersebut
jika anda hafalkan dan butuhkan (dengan proses sorting & finding). Kemudian
setelah menemukan arti kata tersebut anda bisa membaca artikel yang sama dengan
mencoba memulai dari memahami arti dari tenses tersebut kemudian paragraf dan
bacaan secara keseluruhan. Cara lainnya anda coba mengetahui seluruh arti kata
yang anda tidak ketahui dari suatu bacaan / artikel. Untuk hal ini memang
sedikit melelahkan karena kita harus membolak-balik kamus. Tetapi anda bisa
pakai program bantu di komputer dari aplikasi seperti Linguist ataupun Microsoft
Bookshelf (bajakannya ada kok di pasaran). Dalam membaca artikel tersebut anda
menandai setiap kata2 yang tidak anda ketahui dengan tidak terlebih dahulu
membuka kamus sampai anda menyelesaikannya dalam satu paragraf atau artikel.
Kemudian anda cari kata2 yang tidak anda mengerti dan kemudian tulis
dibawah/diatas kata2 yang tidak anda ketahui. Kemudian baca lagi 2 atau lebih
sampai anda mengerti/paham isi/alur dari bacaan tersebut. Hal ini lebih
memudahkan untuk mengingat jika dibandingkan anda mengingat suatu kata tanpa
anda paham alur ceritanya. Selain itu dari juga membantu memudahkan untuk
memahami/menghafal bentuk kata (noun, verb dll) dengan memahami alur bacaan.
Satu hal lagi anda harus mempunyai kamus, mungkin lebih baik yang
English-English dengan membeli edisi "Paperback" atau edisi kertas koran yang
relatif lebih murah dan contain wordnya banyak, seperti The Merriam-Webster
Dictionary atau Longman (di Gramedia biasanya ada) yang lainnya.
Sedangkan untuk bacaan/artikel anda bisa berlangganan majalah luar negeri,
dimana jika anda berlangganan harganya jauh relatif lebih murah +- Rp. 5.000 ,-,
dibandingkan jika anda membeli di toko2 sebesar > Rp. 10.000 ,-. Atau anda juga
bisa membeli yang bekas di tukang loak ataupun pinjam di perpustakaan.

Tulisan diatas tidak bermaksud untuk menggurui tetapi hanya mencoba untuk
berbagi pengalaman, dimana intinya kita bisa belajar dalam kondisi yang enjoy
dan murah serta bisa belajar anytime anywhere dalam keseharian kita, dimana hal
ini bisa menjadi alternatif disamping belajar di kursus2 yang umumnya biayanya
teramat mahal dan mau tidak mau kita dipaksa untuk hadir (karena sudah
mengeluarkan biaya + biaya transportasi & jajan ini itu) dimana saat itu
terkadang kita tidak dalam kondisi mood atau enjoy untuk belajar. Dan juga
dengan biaya yang besar tersebut (jika digunakan untuk kursus), kita bisa
mengubahnya untuk membeli source/materi untuk belajar seperti buku+kaset, cd,
vcd dll dimana kita bisa juga untuk mewariskannya ke orang lain yang butuh
(saudara atau temen kita misalnya). Sebagai ilustrasi, dengan menerapkan hal-hal
tersebut (tanpa ikut kursus) saya pernah mencoba untuk ikut test EPT nya LIA
(pertama kali) saya mendapat score 523. Mungkin jika saya lebih intense lagi
belajar saya bisa mendapatkan lebih baik lagi. Test EPT ini selain juga bisa
mengukur mengukur kemampuan kita juga bisa melihat kelemahan kita juga, seperti
misalnya score yang kurang untuk Structure test atau yang lainnya sehingga kita
bisa memperbaiki kekurangan tersebut. Mungkin ada baiknya jika kita secara
periodik mengikuti test-test tersebut dilembaga yang sudah mempunyai standar
yang baik dalam penyelenggaraan kursus atau pelatihan bahasa Inggris, seperti di
LIA yang seminggu sekali mengadakan test TOEFL (EPT) dengan biaya Rp. 60.000 ,-
sekali test. Anda bisa tentukan sendiri periodenya tergantung dari kebutuhan dan
kesiapan anda dalam melakukan test tersebut sampai di dapat suatu score yang
anda inginkan. Mungkin baik juga jika kita mengikuti International TOEFL Test,
tetapi mengingat biayanya yang amat mahal (sekitar US $ 150 lebih) sebaiknya
anda mengikuti test2 EPT dulu sampai didapat score yang anda inginkan. Atau anda
bisa juga membuat test kecil2an sendiri jika anda mempunyai komputer dengan
membeli soal2 yang mirip dengan internasional test tersebut (cari di mangga dua
atau di glodok) dengan biaya yang murah.

semua tetntang toefl...

Jurus Menaklukkan Paper Based TOEFL(http://syafrilhernendi.com/2009/01/21/jurus-menaklukkan-paper-based-toefl/)
Buku pelajaran TOEFL yang paling luas pemakaiannya di Indonesia adalah dari Barron: How to Prepare for TOEFL. Seorang rekan dari lulusan sebuah sekolah di Bandung yang bekerja di Bappenas mampu mencapai nilai 620 dengan memakai buku ini.

Bagaimana cara dia belajar? Ia menghafal mati pola-pola structure yang terdapat pada buku ini!

Buku itu sebetulnya disusun untuk orang yang sudah rada canggih Bahasa Inggris nya. Untuk jelasnya, silahkan Anda baca sendiri kata pengantarnya.

Buku Barron mengajar para pembacanya dengan memberikan puluhan pola-pola structure yang harus diketahui para pembaca. Dilanjutkan dengan contoh kalimat yang benar serta contoh kalimat yang salah tanpa penjelasan yang mendalam. Seandainya Anda sudah mempunyai dasar bahasa Inggris yang cukup bagus, buku dari Barron (dan juga beberapa buku TOEFL lainnya yang menggunakan pola pengajaran yang sama) cukup baik Anda pelajari karena pola-pola ini akan mengingatkan kembali pada hal-hal “remeh” yang Anda lupakan.

Sebaliknya, jika Anda tidak mempunyai dasar bahasa Inggris yang baik, ketika Anda membaca buku ini, kepala Anda akan terangguk -angguk: betapa mudahnya balajar TOEFL, kita hanya disuguhi pola-pola structure belaka. Akan tetapi, ketika Anda menginjak pola yang ke 30, kemungkinan besar Anda sudah melupakan pola 1 sampai dengan 10! Buku ini menurut saya, bersifat mengingatkan tapi kurang memberikan pengertian pada para pembacanya.

Jika Anda mempunyai TOEFL awal (tanpa belajar) sekitar 500, sebaiknya Anda memakai buku dari Cliffs: TOEFL Preparation Guide. Saya sendiri memakai buku Cliffs. Seorang karyawati BDN tamatan sebuah perguruan tinggi Bandung, mampu mencapai nilai 643 dengan buku Cliffs ini. Ketika saya tanya apa rahasianya, jawabnya: “Saya suka dan terbiasa membaca novel berbahasa Inggris sejak lama!”

Seorang lulusan STAN mampu mendapatkan nilai 667 (!) … karena ketika ia masih kecil ia sudah dibiasakan berbahasa Inggris. Hal yang sama juga terjadi pada seorang mahasiswa undergraduate bidang political science di University of Houston.

Jika dasar pengetahuan bahasa Inggris Anda kurang bagus (nilai TOEFL sekitar 400-an), sebaiknya Anda memakai buku berjudul Building Skill for TOEFL terbitan Nelson atau Bina Rupa Aksara (khusus hak edar Indonesia). Di Indonesia, belilah sekaligus dengan kaset dan kunci bahasannya. Jika Anda membeli bukunya terlebih dahulu, belum tentu Anda dapat membeli kasetnya secara terpisah di kemudian hari.

Buku Preparation Course for the TOEFL terbitan Longman dengan pengarang Deborah Phillips cukup bagus juga untuk dipertimbangkan membelinya. Susunan buku ini mirip sekali dengan buku terbitan Binarupa Aksara. Sayangnya, buku Longman ini cukup sulit Anda temui di Indonesia.

Omong-omong, kenapa sih saya menulis kitab pusaka ini? Saya melihat beberapa orang yang sudah belajar keras menghadapi TOEFL, akan tetapi TOEFL nya nggak bisa naik. Hal yang sama pernah terjadi pada saya! Saya pernah kursus TOEFL dan saya tidak mendapatkan hasil dari tempat kursus tersebut.

Tempat kursus tersebut, seperti lazimnya tempat kursus di Indonesia, memakai buku Barron sebagai buku pegangan utamanya. Bukannya nilai saya naik, tapi nilai saya turun. Padahal, menurut saya, sayalah peserta kursus yang paling rajin sedunia! Kalau murid sudah rajin, tapi tidak bisa juga, satu atau beberapa kemungkinan dibawah ini dapat terjadi:

1. Muridnya bloon.
2. Gurunya kurang cerdas.
3. Metoda pengajaran sang guru tidak tepat.
4. Metoda belajar sang murid nggak benar.

Untuk kasus saya, saya menganggap no. 1 dan 2 tidak mungkin terjadi. Kemungkinannya adalah 3 & 4. Saya nggak mungkin mengubah no. 3 secara revolusioner demi kepentingan saya … siapa sih saya ini? He, he, he … Karena itulah, saya berusaha menemukan sendiri no. 4: metoda belajar yang cepat dan cocok untuk saya.

Seorang guru pernah menjadi seorang murid. Akan tetapi, ketika ia menjadi guru, ia lupa melupakan cara berpikir seorang murid. Jadi, jangan heran jika banyak guru pintar yang tidak bisa mengajar.

Saya mempunyai banyak buku TOEFL. Setelah membandingkan isinya, akhirnya saya memutuskan untuk memakai buku Cliffs. Saya memakai buku Cliffs karena buku inilah yang memberikan pelajaran mengenai structure secara mendetail.

Saya tidak memakai buku dari Nelson/Binarupa Aksara karena, menurut saya, kita harus mengerjakan latihan bagian per bagian jika kita ingin menguasai structure melalui buku ini. Di lain pihak, kita tidak perlu mengerjakan latihan bagian per bagian jika kita ingin menguasai structure melalui buku Cliffs.

Walaupun demikian, bukan berarti latihan soal tidak penting… seorang pemain basket yang mahir, tidak cukup hanya dengan membaca buku teori saja. Metoda latihan saya akan Anda jumpai juga dalam kitab pusaka ini. Cara saya belajar dengan memakai buku Cliffs mudah-mudahan pas pula buat Anda.

Di halaman muka dari buku Cliffs, Anda dapat menemukan petunjuk pemakaian / cara belajar dengan memakai buku Cliffs. Akan tetapi, saya tidak memakainya karena metodanya nggak pas buat saya, … kurang cepat. Metoda belajar saya didasari atas tiga pemikiran: 1. Bagaimana menguasai structure/grammar secara cepat. 2. Bagaimana kita belajar dari kesalahan yang kita buat. 3. Berusaha mengerti daripada sekedar menghafal.

Nomer 3 penting buat saya karena:

1. Saya percaya, kita mempunyai daya ingat yang terbatas. Misalnya saat ini otak kita menyimpan 1.000 data (baca: 1.000 hafalan). Kita masukkan lagi 500 data. Belum tentu otak kita kemudian menyimpan 1.500 data.

Kenapa? Ada kemungkinan 200 atau 300 data yang sebelumnya kita simpan akan hilang. Jadi total data yang baru adalah 1.300 atau 1.200 saja.

2. Kalau kita berusaha mengerti, jika kita terlupa, dengan mudah kita akan dapat menggali pengertian/informasi yang sudah kita pelajari sebelumnya hanya dengan melihat kembali informasi tersebut sekilas saja. Lebih lanjut lagi, kita dapat menggali informasi yang kita lupakan dengan melihat dan mengorelasikannya dengan informasi lain.

Ada satu hal lagi yang perlu Anda catat : janganlah Anda minder ketika menghadapi seseorang yang mempunyai oral ability yang tinggi. Belum tentu ia mampu mencapai nilai TOEFL yang tinggi.

Kenapa demikian? Karena ia belum tentu mempergunakan kaidah bahasa Inggris yang baku. Sebaliknya, orang yang memiliki writing ability yang baik, kemungkinan besar ia mampu mendapatkan nilai TOEFL yang tinggi.

I.A. STRUCTURE AND WRITTEN EXPRESSION

Saya menekankan struktur (Section II dari TOEFL) sebagai bagian yang paling penting dari dua bagian lainnya. Section I, II, dan III berturut-turut terdiri dari 50, 40, dan 60 soal untuk short version. Karena nilai maksimum per section hampir sama (berturut- turut: 68, 67, dan 67 menurut Cliffs), mudah dimengerti bahwa kesalahan pada satu soal pada Section II akan lebih besar pengaruhnya terhadap total nilai dibandingkan kesalahan pada section yang lain.

Mengenai pentingnya penguasaan grammar / structure, dapat juga diilustrasikan sbb: Jika Anda tidak mengerti macam-macam bentuk conditional (if), Anda tidak akan dapat memberikan interpretasi yang benar ketika soal jenis ini muncul pada Section I atau Section III.

Bagaimana cara belajar struktur? Pertama, pelajari teori struktur bagian perbagian secara berurutan hingga mengerti. Tandai seluruh kata yang tidak Anda ketahui artinya. Terjemahkanlah setelah selesai per bab, jangan menerjemahkan per kata setiap saat Anda menjumpai kata yang sulit. Mohon dibedakan antara membaca untuk sekedar tahu dan membaca untuk belajar. Jika Anda membaca hanya sekedar untuk tahu, tentunya Anda tidak perlu tahu arti seluruh kata yang tidak Anda ketahui. Manfaat kerajinan Anda dalam menerjemahkan juga akan Anda rasakan ketika menghadapi Section III.

Exercise perbagian bisa ditinggalkan terlebih dahulu. Misalkan saja sekarang Anda sudah belajar mengenai noun sampai mengerti, kemudian melanjutkan ke bab selanjutnya, misalnya mengenai pronoun. Waktu Anda belajar pronoun, ternyata pelajaran mengenai noun Anda lupa lagi: Cuek saja. Yang penting, sewaktu membaca bagian noun tersebut, Anda sudah mengerti. Dengan cara ini, Anda hanya membutuhkan waktu 5 hari untuk mempelajari stuktur. Kalau lebih ngebut lagi, barangkali hanya butuh waktu 3 hari.

Selanjutnya, kerjakan TOEFL Model Test I Section II saja. Setelah selesai, janganlah melihat explanatory answer terlebih dahulu. Tapi, ceklah hanya dengan kunci jawabannya saja. Tandai jawaban mana yang benar dan mana yang salah. Periksa kembali pekerjaan Anda. Usahakan mengerti sendiri kenapa jawaban tersebut salah.

Jika belum mengerti juga, cobalah membuka kembali teori struktur yang telah Anda pelajari di muka. Disinilah enaknya kita memakai buku Cliffs: Pada setiap kunci jawabannya, terdapat juga angka yang merujuk pada nomer halaman dimana kita dapat menemukan teori untuk mengatasi soal yang bersangkutan. Jika Anda membaca ulang teori dari problem yang bersangkutan, tapi Anda belum mengerti juga, barulah Anda dengan terpaksa mempelajari bagian explanatory answer.

Kalau sudah menyelesaikan Model Test I Section II, janganlah tergesa-gesa untuk berpindah ke bagian Listening (Section I) atau Vocabulary and Reading Comprehension (Section III), akan tetapi kerjakan segera TOEFL Model Test II Section II. Rasakan kemudahan dalam menjawabnya dibandingkan ketika pertama kali berlatih.

I.B. LISTENING

Biasanya, orang yang nilainya jatuh pada bagian ini (Section I) memberikan alasan sebagai berikut: ” Saya tidak mengetahui arti kata yang diucapkan “.

Menurut saya, alasan ini adalah tidak tepat. Yang terjadi adalah: “Saya tidak tahu bunyi kata yang diucapkan”. Dengan kata lain: ” Saya gagal mengidentifikasi kata apa yang diucapkan. ”

Kenapa demikian? Jika Anda membaca (bukan mendengar) listening script dari Section I, maka saya yakin Anda akan mengetahui arti kata atau kalimat tersebut sekitar 95 – 100%. Masalahnya adalah: Anda tidak terbiasa mendengarkan orang bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.

Buku yang paling baik untuk mempelajari bagian ini adalah Building Skill for TOEFL terbitan Nelson/Bina Rupa Aksara ataupun Preparation Course for TOEFL dari Longman. Pada dua buah buku tersebut, Anda dilatih setahap demi setahap, khususnya mengenai identifikasi suara. Buku dari Barron cukup jelas pula dalam memberikan kemungkinan tipe soal yang muncul pada section ini, walaupun hanya secara tertulis. Pada akhirnya, buku apapun asalkan disertai kaset, tidak akan menjadi masalah asalkan Anda mengetahui cara belajarnya.

Kalau Anda sudah di USA, bermanfaatkah televisi berbahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan listening kita? Ya! Akan tetapi, berlatih dengan kaset TOEFL akan jauh terasa manfaatnya. Kemampuan Anda dalam mengidentifikasi kalimat di televisi sebetulnya dibantu oleh gambar di televisi ataupun gerakan mulut pembicara. Dengan kata lain, “tidak murni” listening.

Tambahan lagi, kaset TOEFL selalu memberikan rangsangan berupa pertanyaan yang harus dijawab. Tidak demikian halnya dengan televisi. Usahakan mendapatkan nilai yang setinggi-tingginya dari bagian A dan B karena bagian C cukup panjang dan cukup sulit untuk dimengerti. Sewaktu Anda mendengarkan cerita di bagian C, usahakan untuk memikirkan struktur cerita. Hal ini sangat membantu Anda untuk mengerti cerita secara keseluruhan.

Selain itu juga, saya sama sekali tidak menyarankan Anda mempergunakan head phone dalam belajar. Kenapa demikian ? Di Indonesia, sewaktu ujian Anda tidak akan menemukan head phone barang satu biji pun!

Beginilah cara mempelajari Section I. Pertama, putar kaset berisi TOEFL Model Test I Section I. Kerjakan soal-soal pada Section I seperti lazimnya kita ujian TOEFL biasa. Setelah selesai, cocokkan dengan kuncinya. Jika salah, tandai jawaban mana yang benar. Kemudian, dengar kembali kaset tadi dari awal per nomer soal tanpa melihat bagian Listening Script terlebih dahulu. Ulangi kembali mendengarkannya jika Anda belum dapat mengidentifikasi suara-suara yang diucapkan dan belum mengetahui jawaban mana yang benar.

Pada tahap awal, di soal yang sulit, barangkali Anda perlu mengulanginya hingga 6 kali per nomer soal sebelum dapat mengidentifikasikannya secara tepat. Jadi, Anda tidak mengulanginya sekaligus, tapi pernomer soal. Tentunya, lebih baik jika Anda memiliki tape player yang memungkinkan Anda untuk me rewind tanpa harus menyetop kasetnya terlebih dahulu.

Kemudian, jawablah pertanyaan yang diajukan. Setelah itu, ceklah kalimat yang Anda anggap tepat berdasarkan “pendengaran” Anda tadi dengan kalimat pada Listening Script. Jika sudah mendengarkan berulang-ulang tetapi Anda belum juga mampu mengidentifikasi suara-suara yang diucapkan ataupun belum mengetahui jawaban mana yang benar, barulah Anda dengan terpaksa membuka Listening Script dan memperhatikan hanya pada nomer soal itu saja. Buka kamus jika perlu.

Lakukan hal ini hingga seluruh soal selesai. Waktu pertama kali melakukannya, Anda bisa menghabiskan waktu tidak kurang dari 3 jam untuk mengulang-ulang satu sisi kaset saja. Setelah itu akan berkurang drastis hingga 1 jam saja karena kemampuan Anda sudah meningkat.

Kalau Anda sudah melakukannya petunjuk diatas untuk TOEFL Model Test I Section I, lanjutkan segera dengan mengerjakan TOEFL Model Test II Section I. Rasakan kemudahannya dibanding ketika mengerjakan Test I dan nikmatilah subscore yang lebih tinggi !

I.C. VOCABULARY AND READING COMPREHENSION

Jika saya menekankan Section II (Structure and Written Expression) sebagai konsentrasi belajar saya, maka saya menekankan Section III (Vocabulary and Reading Comprehension) sebagai tempat saya mencari nilai. Untuk bagian ini, terus terang saya tidak menemui kesulitan sama sekali. Dua kali berturut-turut, nilai TOEFL saya untuk section ini adalah 67.

Cara belajarnya nggak aneh-aneh. Sering seringlah membuka kamus ketika membaca bacaan berbahasa Inggris. Kalau Anda mengetahui arti dari seluruh kata yang terdapat pada buku Barron atau Cliffs, Hal itu sudah Lebih dari pada cukup.

Akan tetapi, ada juga orang yang lebih suka menghafal sederet atau sekumpulan kata-kata yang tidak ketahuan ujung pangkalnya. Menurut saya, cara ini tidak efektif. Dengan cepat kita akan melupakannya lagi karena kita tidak mengetahui konteks pemakaian kalimat ini.

Lagipula, saya merasa kasihan pada diri saya jika saya harus banyak menghafal. Bagi saya, tulisan dalam artikel majalah, apalagi novel, lebih sulit untuk mengartikan kosa katanya jika dibandingkan dengan text book. Beberapa orang malahan berpendapat sebaliknya. Bagaimana menurut Anda sendiri?

Seorang teman menambah perbendaharaan kata dengan menulis kata- kata yang tidak diketahuinya dalam sepucuk kertas. Satu kertas untuk satu kata yang tidak diketahui. Selain menulis padanan kata, ia juga menulis turunan kata tersebut, misalnya bentuk adjective- nya. Ia menghafal kata-kata tersebut diwaktu senggang. Setiap orang memiliki metodanya sendiri-sendiri. Kalau Anda ingin meningkatkan vocabulary Anda secara sistimatis, buku yang terbaik adalah buku yang berjudul Word Smart dari Princeton Review.

I.D. BEBERAPA KIAT DALAM BELAJAR TOEFL

I.D.1. Kaset TOEFL yang sudah pernah Anda jawab soal-soalnya, jangan lupa untuk sering memutarnya; misalnya waktu Anda lagi membereskan kamar, menjelang tidur, ngelamunin pacar, dsb. Cara belajar ini adalah cara belajar paling malas yang pernah saya temukan!

Pokoknya, Anda hanya mendengar untuk membiasakan saraf telinga Anda saja. Terserah Anda hendak berpikir atau tidak. Kalau Anda ingin bepikir sedikit, coba pulalah untuk mengulang kalimat tersebut atau menjawab dalam hati. Jadi, yang namanya belajar itu nggak cuma di meja belajar saja.

Cukup menyedihkan melihat kenyataan bahwa teman-teman yang meminta kitab pusaka ini jarang sekali yang berniat untuk mempraktekkan cara belajar termalas ini. Padahal cara belajar ini sama sekali tidak memerlukan waktu khusus.

Jadi, masalahnya bukan gurunya yang salah, tetapi muridnya yang salah.

I.D.2. Usahakanlah untuk sering mengarang dalam bahasa Inggris. Cukup yang sederhana saja, misalnya: kegiatan Anda sehari-hari, cita-cita, riwayat hidup, dsb. Hal ini sangat membantu untuk menguasai TOEFL, apalagi jika ada TWE (Test of Written English).

I.D.3. Walaupun Anda memiliki banyak buku TOEFL, untuk menghadapi Section II sebaiknya Anda hanya mempelajari 1 buah buku sebagai buku pegangan utama. Buku lain boleh Anda pakai, tapi hanya sebagai buku pendamping saja.

Kenapa demikian? Dalam kasus ini, bagi saya pribadi, mendalami seluruh isi suatu buku secara tidak sadar berarti juga mendalami: urutan penyajian buku itu, hal apa saja yang yang menjadi penekanan dari penulis, cara berpikir sang penulis, dan sebagainya. Jika saya mempelajari seluruh isi buku lainnya secara bersamaan, dapat dibayangkan betapa berat beban untuk meramunya.

I.D.4. Jangan pula dilupakan, buku Cliffs ataupun buku TOEFL lain edisi terbaru sudah ada bagian TWE -nya. Di Shopping Centre kota Yogya, harga buku Cliffs hanya Rp 11.000 saja termasuk kaset – kasetnya. Di Toko Buku Gramedia Bandung harganya mencapai Rp. 23.000. Di TB Gunung Agung di Jln. Kwitang (dekat Proyek Senen), harganya mencapai Rp.28.000. Di perpustakaan yang besar, buku ini juga tersedia.

I.D.5. Saya juga punya buku + kaset TOEFL dari ETS. Cukup bermanfaat sebagai latihan, tapi tidak bermanfaat sebagai buku pedoman, karena teori-teori nggak diberikan disini, langsung soal dan penjelasan jawaban. Dari jawaban dan penjelasan tersebut, khususnya pada bagian Understanding TOEFL kita bisa tahu filosofi para pembuat soal TOEFL. Cek,cek, cek, … (Filosofi itu apa sih ?!)

I.E. KIAT MEMILIH TEMPAT UJIAN TOEFL.

Selain letak dan jarak, satu faktor mutlak yang harus Anda pertimbangkan, dalam memilih tempat ujian TOEFL adalah: seberapa baik sound system tempat itu. Tempat test terbaik di Jakarta yang pernah saya ketahui dari seorang teman adalah Jakarta International School dekat Pondok Indah. Sound system yang apik dan ruangan yang cukup kecil (ukuran satu ruang kelas sekolah), membuat suara cukup jelas di dengar.

Saya sendiri pernah tes di Gedung Manggala Wana Bakti (Departemen Kehutanan), Slipi, Jakarta. Ruangan sangat besar (muat untuk 400 orang), demikian pula dengan speaker yang sebesar gajah; hasilnya membuat suara bergema. Jika Anda terlanjur mendapat tempat tes ini, janganlah kuatir ! Agar Anda terbiasa dengan kondisi sound system disana, ketika Anda belajar Section I, keraskan nada bas tape Anda !

Jika Anda tes di Uninus Bandung, konon kabarnya, supaya terbiasa, Anda harus belajar TOEFL dalam suasana yang ribut ! Jika Anda tes di PPIA Jakarta, siapkanlah pakaian hangat. AC – nya nggak bisa dikecilkan ! Karena itu, jika Anda ingin mendapatkan tempat tes yang baik, bergegaslah mendaftar![]

Tulisan terkait:

* Milih TOEFL PBT atau iBT?
* Menulis Statement of Purpose
* Apa itu GRE?
* Trik Melibas GMAT/GRE

Sumber tulisan : Ahmad Syamil, “Kitab Pusaka Ilmu Menaklukkan TOEFL dan GMAT.

Sumber gambar: http://l.yimg.com/img.movies.yahoo.com/ymv/us/img/hv/photo/movie_pix/dreamworks_skg/kung_fu_panda/jack_black/kungfu.jpg

motivasi(http://motivasibeasiswa.org/page/2/)

1. Ini bukan sukses story, perjalanan ini baru saja dimulai dan saya berharap diakhir nanti akan menjadi sebuah sukses story dalam kehidupan saya. Perkenalkan nama Saya Herlina Jayadianti, saya bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogjakarta, sampai saat ini saya masih belajar sebagai mahasiswa S3 di Universitas Gadjah Mada Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Informatika, dan juga mahasiswa PhD di Universiade do Minho Portugal di Departemen Sistem Informasi (Departemento Sistemas da Informacao). Portugal??? Ya dengan bangga saya menyebut nama negara ini.

Kisah ini dimulai bulan 27 Januari 2010, saat itu saya duduk sebagai mahasiswa S3 semester 4 di Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta. Hari itu saya dan teman-teman pascasarjana mendapatkan undangan dari Dekan Fakultas Teknik untuk menghadiri pengarahan dan penjelasan beasiswa Erasmus Mundus. Isi dari acara hari itu adalah mengajak kami semua untuk mencoba mendaftar dan berkompetisi dalam mendapatkan beasiswa ini. Hampir semua dari kami sangat tertarik namun pendaftaran online ditutup 31 Januari 2010 kami hanya punya waktu 4 hari!!! dan persyaratan yang harus dipenuhi sangat banyak…tak ada kata menyerah, harus dicoba.

Singkat cerita, beasiswa Erasmus Mundus adalah bantuan hibah yang bertujuan untuk mendorong dan membuka kesempatan kepada mahaiswa yang memenuhi syarat dari negara-negara non eropa untuk mengikuti Program-program Erasmus Mundus tertentu di Eropa dalam jangka waktu 1-2 tahun. Beasiswa Erasmus Mundus ada banyak macamnya, Nah kebetulan yang saya ikuti ini adalah beasiswa Erasmus Mundus EuroAsia.

Erasmus Mundus EuroAsia ini melibatkan universitas-universitas di Asia yakni Universitas Gadjah Mada-Indonesia, Asian Institute of Technology-Thailand, National University of Laos-Laos, Institut de Technologie du Cambodge –Kamboja, Ho Chi Minh City University of Technology- Viet Nam untuk menempuh pendidikan di beberapa universitas
di Eropa yakni University of Borås – Swedia, Politecnico di Torino-Italy, Universidad de Alcalá-Spanyol, Universidade do Minho-Portugal, Chalmers University of Technology-Swedia, dan Université de Savoie-Perancis.

Tidak hanya Erasmus Mundus EuroAsia, namun ada pula beasiswa Emundus 18, Emundus 17, Emundus 15, yang khusus diperuntukkan untuk mahasiswa dari Brasil, Paraguai, Uruguai, Bolivia, Argentina, Peru, dan masih banyak Negara lainnya. Hal inilah yang menjadikan salah satu motivasi bagi saya dalam mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus ini, yang pertama adalah Benua Eropa yang terkenal dengan sebagai pusat keunggulan ilmu di dunia, dan kedua adalah program ini diikuti oleh mahasiswa dari seluruh dunia. Tentunya program beasiswa ini sangat menarik, dan keinginan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, itu adalah harapan terbesar saya.

Saya menyadari persaingan sangat ketat dan tidak mudah untuk menjadi salah satu penerima beasiswa ini, maka dengan semangat “nothing to loose” saya mencoba melengkapi semua persyaratan tersebut, mulai dari sertifikat toefl dengan batasan skor tertentu, bukti-bukti sertifikat keahlian, piagam prestasi yang pernah diraih, ijasah s1 dan
s2, transkrip nilai, KTP, Proposal disertasi, rekomendasi supervisor, motivasi diri, CV dengan format eropa (yang dapat di download melalui internet), dinyatakan lulus ujian proposal dan ujian komprehensif,
berstatus promovendus (Phd Candidate), dan masih banyak persyaratan
lainnya.

Pada saat itu jujur keinginan saya adalah mencoba, tidak berharap diterima, bahkan takut untuk diterima. Loh?? Sungguh aneh kedengarannya, mengapa mencoba kalau tidak ingin diterima? Tapi posisi saya pada saat itu cukup berat, saya adalah seorang ibu muda dengan bayi berumur 1.5 tahun, diantara semangat untuk ikut mendaftar beasiswa dan melanjutkan studi lanjut ke luar negeri, dan rasa sayang yang demikian besar pada sang buah hati tentu hal ini bukan keputusan yang mudah. Saya berdoa yang terbaik, apapun hasilnya itulah jawaban terbaik dari Allah.

Doa saya terjawab tanggal 5 April 2010 tepat dihari ulang tahun ibu saya tercinta , saya diterima di Jurusan Sistem Informasi Universidade do Minho Portugal sebagai mahasiswa exchange selama 2 tahun!! Ya Allah sanggupkah saya meninggalkan bayi saya selama jangka waktu itu? Apa saya batalkan saja beasiswa ini? Namun ternyata dukungan suami
tercinta yang berprofesi sebagai Geologist di salah satu pertambangan di Indonesia, juga dukungan orang tua terutama ibu saya yang sanggup menjaga Alif selama saya sekolah, membuat hati ini lebih ringan mengambil keputusan, ini pasti yang terbaik menurut Allah..Bismillah..:).

Proses pengurusan visa dan segala dokumen selesai sudah, Agustus 2010 tanggal 27 bertepatan dengan Ulang tahun saya, saya meninggalkan Jogjakarta, meninggalkan Alif dan keluarga tercinta. Keputusan ini sungguh berat bisa dibayangkan dalam perjalanan panjang itu tidak berhentinya air mata ini mengalir, saya terus berdoa semoga ini yang
terbaik menurut Allah. Hampir setengah lingkaran bumi perjalanan panjang ini saya tempuh menuju Portugal, sebuah kota di barat daya Eropa, yang bersebelahan dengan Spanyol. Dulu yang saya tau tentang Portugal hanya Christiano Ronaldo, namun kini saya tau bahwa ada Universidade do Minho yang merupakan salah satu dari sekian banyak universitas terbaik di Eropa. Dulu yang saya tau tentang Portugal hanya karena mereka pernah “menjajah” Indonesia, tapi kini saya tau mereka sangat ramah dan baik hati. Menjadi bagian Negara ini juga universitas ini membuat saya bangga. Tidak hanya itu banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan disini, banyak sekali.

Enam bulan sudah saya disini, saya sudah mulai bisa menikmati hari-hari sibuk di kampus, bertemu dengan teman-teman Erasmus dari segala penjuru dunia, berinteraksi dengan masyarakat disini yang mayoritas katolik, serta mulai bisa menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya yang jauh berbeda. Saya mencintai Portugal sebagai Negara
kedua saya. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, keramahan tamahan dan keindonesiaan saya disini berbalas dengan keramah tamahan penduduk Portugal..tidak sungkan mereka memberi bantuan apapun, dan tidak terhitung pula buah-buahan, makanan, bunga, ikan sampai naik taksi gratis pernah saya rasakan disini, Subhanallah.

Sekali lagi ini bukan sebuah sukses story, cerita ini baru saja dimulai dan saya berharap cerita ini berakhir dengan indah InsyaAllah. Sedikit hal yang saya dapat bagi disini adalah kita harus punya motivasi yang kuat, berani mencoba, pantang menyerah, jangan takut bersaing, dan apapun keputusan yang diambil Insyaallah mendapatkan Ridho allah. Saya jadi teringat pesan supervisor saya sebelum saya berangkat “akan ada lompatan besar setelah ini”, Insyaallah.

Terkadang rasa sedih pasti terasa bagaimanapun saya seorang ibu,
“Nak kalau umi boleh memilih umi ingin duduk di lantai main bersama
alif bukan duduk di lab seperti ini, Nak kalau umi boleh memilih umi
ingin membacakan cerita Bernard Bear sebelum Alif bobo bukan membaca
paper seperti ini, tapi hidup itu pilihan nak, semoga umi cepet pulang
dan bisa berkumpul kembali”.

Sekali lagi life is choice, banyak sekali kesempatan menghampiri kita, semua berada ditangan kita, mengambil atau tidak kesempatan itu adalah pilihan.

Malam hari, 7 derajat
Guimaraes-Portugal
Herlina Jayadianti, ST, MT (Phd Candidate)
herlinajayadianti@gmail.com

fb : herlina jayadianti

2. Ini bukan sukses story, perjalanan ini baru saja dimulai dan saya berharap diakhir nanti akan menjadi sebuah sukses story dalam kehidupan saya. Perkenalkan nama Saya Herlina Jayadianti, saya bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogjakarta, sampai saat ini saya masih belajar sebagai mahasiswa S3 di Universitas Gadjah Mada Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Informatika, dan juga mahasiswa PhD di Universiade do Minho Portugal di Departemen Sistem Informasi (Departemento Sistemas da Informacao). Portugal??? Ya dengan bangga saya menyebut nama negara ini.

Kisah ini dimulai bulan 27 Januari 2010, saat itu saya duduk sebagai mahasiswa S3 semester 4 di Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta. Hari itu saya dan teman-teman pascasarjana mendapatkan undangan dari Dekan Fakultas Teknik untuk menghadiri pengarahan dan penjelasan beasiswa Erasmus Mundus. Isi dari acara hari itu adalah mengajak kami semua untuk mencoba mendaftar dan berkompetisi dalam mendapatkan beasiswa ini. Hampir semua dari kami sangat tertarik namun pendaftaran online ditutup 31 Januari 2010 kami hanya punya waktu 4 hari!!! dan persyaratan yang harus dipenuhi sangat banyak…tak ada kata menyerah, harus dicoba.

Singkat cerita, beasiswa Erasmus Mundus adalah bantuan hibah yang bertujuan untuk mendorong dan membuka kesempatan kepada mahaiswa yang memenuhi syarat dari negara-negara non eropa untuk mengikuti Program-program Erasmus Mundus tertentu di Eropa dalam jangka waktu 1-2 tahun. Beasiswa Erasmus Mundus ada banyak macamnya, Nah kebetulan yang saya ikuti ini adalah beasiswa Erasmus Mundus EuroAsia.

Erasmus Mundus EuroAsia ini melibatkan universitas-universitas di Asia yakni Universitas Gadjah Mada-Indonesia, Asian Institute of Technology-Thailand, National University of Laos-Laos, Institut de Technologie du Cambodge –Kamboja, Ho Chi Minh City University of Technology- Viet Nam untuk menempuh pendidikan di beberapa universitas
di Eropa yakni University of Borås – Swedia, Politecnico di Torino-Italy, Universidad de Alcalá-Spanyol, Universidade do Minho-Portugal, Chalmers University of Technology-Swedia, dan Université de Savoie-Perancis.

Tidak hanya Erasmus Mundus EuroAsia, namun ada pula beasiswa Emundus 18, Emundus 17, Emundus 15, yang khusus diperuntukkan untuk mahasiswa dari Brasil, Paraguai, Uruguai, Bolivia, Argentina, Peru, dan masih banyak Negara lainnya. Hal inilah yang menjadikan salah satu motivasi bagi saya dalam mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus ini, yang pertama adalah Benua Eropa yang terkenal dengan sebagai pusat keunggulan ilmu di dunia, dan kedua adalah program ini diikuti oleh mahasiswa dari seluruh dunia. Tentunya program beasiswa ini sangat menarik, dan keinginan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, itu adalah harapan terbesar saya.

Saya menyadari persaingan sangat ketat dan tidak mudah untuk menjadi salah satu penerima beasiswa ini, maka dengan semangat “nothing to loose” saya mencoba melengkapi semua persyaratan tersebut, mulai dari sertifikat toefl dengan batasan skor tertentu, bukti-bukti sertifikat keahlian, piagam prestasi yang pernah diraih, ijasah s1 dan
s2, transkrip nilai, KTP, Proposal disertasi, rekomendasi supervisor, motivasi diri, CV dengan format eropa (yang dapat di download melalui internet), dinyatakan lulus ujian proposal dan ujian komprehensif,
berstatus promovendus (Phd Candidate), dan masih banyak persyaratan
lainnya.

Pada saat itu jujur keinginan saya adalah mencoba, tidak berharap diterima, bahkan takut untuk diterima. Loh?? Sungguh aneh kedengarannya, mengapa mencoba kalau tidak ingin diterima? Tapi posisi saya pada saat itu cukup berat, saya adalah seorang ibu muda dengan bayi berumur 1.5 tahun, diantara semangat untuk ikut mendaftar beasiswa dan melanjutkan studi lanjut ke luar negeri, dan rasa sayang yang demikian besar pada sang buah hati tentu hal ini bukan keputusan yang mudah. Saya berdoa yang terbaik, apapun hasilnya itulah jawaban terbaik dari Allah.

Doa saya terjawab tanggal 5 April 2010 tepat dihari ulang tahun ibu saya tercinta , saya diterima di Jurusan Sistem Informasi Universidade do Minho Portugal sebagai mahasiswa exchange selama 2 tahun!! Ya Allah sanggupkah saya meninggalkan bayi saya selama jangka waktu itu? Apa saya batalkan saja beasiswa ini? Namun ternyata dukungan suami
tercinta yang berprofesi sebagai Geologist di salah satu pertambangan di Indonesia, juga dukungan orang tua terutama ibu saya yang sanggup menjaga Alif selama saya sekolah, membuat hati ini lebih ringan mengambil keputusan, ini pasti yang terbaik menurut Allah..Bismillah..:).

Proses pengurusan visa dan segala dokumen selesai sudah, Agustus 2010 tanggal 27 bertepatan dengan Ulang tahun saya, saya meninggalkan Jogjakarta, meninggalkan Alif dan keluarga tercinta. Keputusan ini sungguh berat bisa dibayangkan dalam perjalanan panjang itu tidak berhentinya air mata ini mengalir, saya terus berdoa semoga ini yang
terbaik menurut Allah. Hampir setengah lingkaran bumi perjalanan panjang ini saya tempuh menuju Portugal, sebuah kota di barat daya Eropa, yang bersebelahan dengan Spanyol. Dulu yang saya tau tentang Portugal hanya Christiano Ronaldo, namun kini saya tau bahwa ada Universidade do Minho yang merupakan salah satu dari sekian banyak universitas terbaik di Eropa. Dulu yang saya tau tentang Portugal hanya karena mereka pernah “menjajah” Indonesia, tapi kini saya tau mereka sangat ramah dan baik hati. Menjadi bagian Negara ini juga universitas ini membuat saya bangga. Tidak hanya itu banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan disini, banyak sekali.

Enam bulan sudah saya disini, saya sudah mulai bisa menikmati hari-hari sibuk di kampus, bertemu dengan teman-teman Erasmus dari segala penjuru dunia, berinteraksi dengan masyarakat disini yang mayoritas katolik, serta mulai bisa menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya yang jauh berbeda. Saya mencintai Portugal sebagai Negara
kedua saya. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, keramahan tamahan dan keindonesiaan saya disini berbalas dengan keramah tamahan penduduk Portugal..tidak sungkan mereka memberi bantuan apapun, dan tidak terhitung pula buah-buahan, makanan, bunga, ikan sampai naik taksi gratis pernah saya rasakan disini, Subhanallah.

Sekali lagi ini bukan sebuah sukses story, cerita ini baru saja dimulai dan saya berharap cerita ini berakhir dengan indah InsyaAllah. Sedikit hal yang saya dapat bagi disini adalah kita harus punya motivasi yang kuat, berani mencoba, pantang menyerah, jangan takut bersaing, dan apapun keputusan yang diambil Insyaallah mendapatkan Ridho allah. Saya jadi teringat pesan supervisor saya sebelum saya berangkat “akan ada lompatan besar setelah ini”, Insyaallah.

Terkadang rasa sedih pasti terasa bagaimanapun saya seorang ibu,
“Nak kalau umi boleh memilih umi ingin duduk di lantai main bersama
alif bukan duduk di lab seperti ini, Nak kalau umi boleh memilih umi
ingin membacakan cerita Bernard Bear sebelum Alif bobo bukan membaca
paper seperti ini, tapi hidup itu pilihan nak, semoga umi cepet pulang
dan bisa berkumpul kembali”.

Sekali lagi life is choice, banyak sekali kesempatan menghampiri kita, semua berada ditangan kita, mengambil atau tidak kesempatan itu adalah pilihan.

Malam hari, 7 derajat
Guimaraes-Portugal
Herlina Jayadianti, ST, MT (Phd Candidate)
herlinajayadianti@gmail.com

fb : herlina jayadianti

3. Tulisan ini saya maksudkan sebagai “tahaddust lin nikmah” atau berbagi kenikmatan sehingga saya mohon kepada Allah swt agar dijauhkan dari sifat riya’ dan sombong diri. Judul tersebut saya beri stressing dari Pesantren ke Australia, untuk memberikan snapshot bahwa dari kalangan pesantren yang dikenal sebagai “kaum sarungan” pun sangat bisa untuk berkompetisi untuk mendapatkan beasiswa yang cukup bergengsi. Asal memiliki kemuan yang keras, insyalllah cita-cita akan tergapai, man jada wa jadda. Karena rumus bagi saya untuk mendapatkan beasiswa adalah harus memiliki mimpi sebagaimana telah disampaikan sebagian dari success story orang lain serta terus berdo’a dengan penuh khusnudzhon, atau good thinking kepada Tuhan YME/Allah swt sehingga dari mulai mendapatkan beasiswa, proses penyelesaian, sampai kepada pemanfaatan ilmunya akan dimudahkan dan diberikan keberkahan.

Lewat tulisan singkat ini saya akan secara singkat menggambarkan historisitas beasiswa yang saya dapatkan melalui Australian Government yang sungguh merupakan mimpi saya waktu kuliah S.1. Bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri barangkali menjadi sebuah keinginan bagi semua orang. Bagi saya salah satu kunci untuk bisa meraih cita-cita sekali lagi adalah memiliki mimpi atau keinginan. Saya yakin Anda yang membaca tulisan ini sudah masuk dalam daftar yang memiliki keinginan tersebut., meskipun untuk saat ini Anda akan mengatakan “ ah mana mungkin saya ini bisa”. Inilah yang terjadi kepada saya. Ketika saya mendapatkan pengumuman termasuk yang dipanggil dalam short list APS saja rasanya sudah senang sekali, apalagi dikirimi surat yang menyatakan bahwa saya diterima sebagai penerima beasiswa dari sekian banyak kompetitor, meskipun pada akhirnya saya masih harus berjuang meraih IELTS yang bagus di IALF.

Nama lengkap saya Muhammad Adib Abdushomad, biasa dipanggil Adib. Lahir di kota yang memiliki moto sebagai kota ‘Santri’ disamping dikenal juga sebagai produsen pakian ‘Batik’ yakni Pekalongan Jawa Tengah 2 Agustus (30-an tahun yang lalu). Saya dibesarkan dari lingkungan dan keluarga pesantren dari Ibu Hj. Umi Hanik yang merupakan putri dari alm.KH. Nachrowi Hasan pengasuh salah satu pondok tertua di kota Pekalongan yakni Ponpes. Ribatul Muta’allimin (Lebih lanjut baca, Autobiography Kenangan Masa Kecil, Abdushomad, 2010).

Saya bekerja di Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI Jakarta mulai tahun 2003. Saya sekarang sedang menempuh Ph.D di bidang Public Policy and Management di Flinders University. Saya menyelesaikan Master of Education (M.Ed) bidang leadership and management selesai bulan July 2009 dari beasiswa APS (Australian Partnership Scholarship) dan Ph.D dari Endeavour Flinders yang sekarang berganti IPRS (International Postgraduate Scholarship mulai 2010). Saya adalah alumni pesantren yang menyelesaikan sarjana fakulas Syari’ah di IAIN Walisongo Semarang tahun 2000 dan Magister Hukum Islam di lembaga yang sama pada tahun 2003.

Awal beasiswa saya dimulai dari ketika saya melanjutkan pasca sarjana di dalam negeri yakni magister hukum Islam di IAIN Walisongo Semarang pada tahun 2001. Pada saat yang sama saya juga diterima di Magister Hukum UNDIP Semarang dan UGM namun karena pertimbangan biaya semester yang dua kali lipat dari IAIN, serta belum ada kejelasan format beasiswa, akhirnya saya memilih untuk melanjutkan di lembaga yang sama. Alhamdulilah, waktu itu karena saya nilai ujian masuk saya di IAIN masuk ke dalam lima besar, maka saya mendapatkan beasiswa dari kampus IAIN sampai selesai. Dalam konteks mendapatkan beasiswa dalam negeri ini saya melihat bahwa keinginan kuat serta do’a adalah kunci yang paling utama. Waktu itu saya terinspirasi salah satu dosen saya yang baru saja menyelesaikan studi master degree-nya di IAIN Imam Bonjol Padang yang memiliki pemahaman ke Islaman yang mendalam. Saya melihat pola pemahaman keIslaman yang lebih integrated dan interconnected sangat mungkin harus dilalui salah satunya adalah melalu studi lanjut. Hemat saya apa yang saya dapatkan di S.1 sifatnya umum, bahkan masih sangat dangkal. Dengan niat seperti itulah saya berdo’a kepada Allah swt, semoga saya dimudahkan dalam meraih cita-cita. Alhamdulilah dengan modal uang kurang lebih 150 ribu untuk biaya pendaftaran ke program pascasarjana IAIN Semarang saat itu saya mendapatkan kesempatan studi lanjut sampai selesai April 2003. Di tahun ini pula saya mendapatkan amanah menjadi PNS di Deparatemen Agama (sekarang Kementerian Agama) bagian Direktorat Pendidikan Tinggi Islam setelah lolos seleksi CPNS pada tahun sebelumnya 2002.

Lewat karir baru ini tidak merubah dan menutup diri saya untuk selalu ingin belajar atau study lanjut. Meskipun kenyataan di lapangan kesempatan belajar (studi lanjut) lebih terbuka lebar bagi pada dosen, namun keinginan kuat saya untuk studi lanjut masih membara terlebih ajaran agama saya sangat mendorong seorang muslim untuk terus belajar (uthlubul ilma faridhatun ala kulli muslimin wa muslimatin). Momentum untuk terus studi lanjut setidaknya saya dapatkan ketika kantor memberikan kesempatan kursus bahasa Inggris di tahun 2004 di lembaga bahasa UI serta pada tahun 2005 di IALF Bali selama enam bulan.

Setelah rampung pelatihan bahasa Inggris di IALF Bali saya beranikan diri untuk ikut berkompetisi untuk mendapatkan beasiswa dari ADS dan APS. Alhamdulilah saya termasuk dalam short list dan lolos wawancara. Sehingga pada tahun 2006 saya masuk lagi ke IALF, namun kali ini saya memilih Jakarta untuk program bahasa (IAP) yang selesai pada tahun 2007 (enam bulan). Singkatnya saya diterima di M.Ed (master of Education) Leadership and Management di Flinders Univesity 2007-2009. Selesai pada akhir July 2009 dan mulai studi lanjut untuk Ph.D pada akhir bulan Maret 2010.

Barangkali yang menjadi pertanyaan sebagian teman-teman adalah bagaimana caranya agar bisa mendapatkan beasiswa yang langsung “nyambung” dari M.Ed ke Ph.D tanpa harus menunggu waktu 2 tahun di Indoensia sebagai prasyarat dari pemberi beasiswa sebelumnya yakni APS/ADS. Berikut ini merupakan strategi yang saya lakukan untuk mendapatkan beasiswa Ph. D IPRS Flinders University tanpa harus menunggu dua tahun serta yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara mendapatkan beasiswanya.

Pertama, tekad ingin melanjutkan studi yang harus terus dijaga dengan dibarengi ikhtiyar (usaha) mencari informasi beasiswa yang variasinya berbagai macam cara dan prosedur, terumta bertanya kepada yang sedang mendapatkan beasiswa tertentu atau search di google serta kampus masing-masing yang dituju.

Kedua, sebelum saya merampungkan M.Ed pada saat yang sama saya manfaatkan untuk membuat proposal Ph.D pada akhir semester di tahun 2009. Pada bulan mei 2009 saya mendapatkan conditional offer untuk Ph.D dan full offer akan diberikan setelah saya merampungkan master saya dengan average distinction. Catatan dari conditional offer ini memacu saya untuk membuat tesis master yang harus bagus. Alhamduliah saya mendapatkan nilai yang memuaskan, sehingga saya tinggal mencari jenis scholarship yang mau membiayai sekolah Ph.D saya ini. Saya pilih IPRS Flinders University karena mumpung posisi saya masih di Australia sehingga memudahkan saya untuk melengkapi berkas-berkas persyaratan yang diajukan, salah satunya adalah dukungan kuat dari calon supervisor serta melangkapi bukti-bukti publikasi jurnal, buku serta tuisan lainnya baik nasional ataupun international. Saya melihat point kuat untuk IPRS adalah pada bidang ini.

Ketiga, setelah berkas-berkas dilengkapi kita tinggal nunggu dan berdo’a agar Allah swt berikan yang terbaik untuk saya. Alhamdulilah pada tahun 2010 tepatnya tanggal 14 January saya mendapatkan konfirmasi sebagai salah satu penerima beasiswa IPRS. Banyak hal yang harus urus, terutama untuk membuat ‘letter of no objection’ dari pemberi beasiswa sebelumnya (ADS/APS) karena saya belum ada dua tahun tinggal di Indonesia. Meskipun saya sudah dapat beasiswa tapi tidak keluar letter of no objection saya tidak bisa urus visa ke Australia. Oleh karena itu, bagi yang sedang studi di Australia dan berancana studi lanjut, jagalah track record yang baik selama disana dan mestinya dimanapun kita berada (khasuma kunta). Untuk mendapatkan surat ini, kita harus kirimkan dokumen-dokumen pendukung ke Canbera seperti Justification letter untuk Ph.D apa kontribusinya dan kaitannya dengan program sebelumnya, surat pemberi beasiswa, izn belajar dari kantor (rekomendasi). Berkas-berkas ini sebagai dasar untuk dibuatkan perjanjian atau deed of amendment antara saya dengan Commonwealth of Australia yang pada dasarnya membolehkan adanya externally funded post AusAID Scholarship.

Keempat, terus bersyukur dan berdo’a setelah diterima beasiswa sampai semoga nanti dimudahkan dalam merampungkan studinya. Rasanya baru kemarin saya pulang dari Adelaide ke Indonesia dan saya berjumpa dan bersilaturhmi lagi dengan kawan-kawan yang sedang belajar disini. Oleh karena itu bagi saya, ke Adelaide serasa pulang kampung, apalagi saya akan menempati unit yang dulu saya tempati sewaktu kuliah master degree. Ya Allah, semoga kenikmatan yang saya dapatkan ini bisa menular dan melimpah ke teman-teman yang lain, serta mudahkanlah kami yang sedang belajar ini agar dapat menyelesaikan studinya secara baik dan ilmu yang diraih nantinya akan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Amin. Bagi teman-teman yang ingin bersilaturahmi kepada saya bisa ke face book saya atau email ke abdushomad@gmail.com. Insyallah akan saya sempatkan menjawab pertanyaan yang dimaksudkan semampu saya, kecuali saya sedang dalam posisi research ke Indonesia mulai bulan depan, maka sangat mungkin akan lelet menjawabanya. Al-faqir ila rahmati rabbihi.

Pagi hari. Blackwood to Pasadena, SA
Muhammad Adib Abdushomad, Gja, M.Ag, M.Ed

4. ‘Kesuksesan’ adalah suatu kata yang ampuh dan diimpikan oleh hampir semua orang. Kesuksesan bisa diartikan keberhasilan seseorang untuk menyelesaikan sebuah ‘misi’. Lawan dari ‘kesuksesan’ adalah kegagalan, sehingga sering disampaikan jika ‘kegagalan’ adalah kesuksesan yang tertunda. Bagi saya, setiap orang pasti mengalami masa ‘kesuksesan’ dan ‘kegagalan’, tetapi yang paling berarti adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan tersebut untuk menjadi sukses.

Dalam pemikiran saya, manusia sukses itu tidak luput dari campur tangan Yang Maha Kuasa dan kesuksesan itu tidak akan terjadi jika tidak ada usaha (ikhtiar). Seiring dengan waktu, impian dan harapan hidup seseorang pasti akan berubah.Dengan mudah sering kita rasakan jika impian kita hari ini dan hari esok sudah berubah. Akan tetapi saya tetap optimis jika kita memiliki impian yang selalu ada sepanjang waktu (dalam kurun waktu yang cukup lama). Salah satu contoh dari impian tersebut adalah keinginan untuk mendapatkan beasiswa untuk studi ke luar negeri. Telah banyak yang menghubungi saya untuk mendapatkan tips supaya bisa mendapatkan beasiswa ke LN. Alhamdulillah, bagi mereka yang serius, beberapa sudah lolos untuk bisa ke luar negeri.

Ketika masih duduk dibangku sekolah dan kuliah, saya sering kagum melihat atau mendengar mereka-mereka yang mendapatkan kesempatan ke luar negeri untuk belajar. Saya selalu menganggap mereka adalah orang yang demikian super hebat, dianugerahi dengan otak jenius dan encer dan ber-IQ sangat tinggi. Ketika itu saya berpikir bahwa tidak mungkin seorang mahasiswa seperti saya dengan otak pas-pasan ini bisa mendapatkan beasiswa ke LN.

Hal ini bisa lebih aneh ketika melihat saat-saat saya di bangku sekolah . Karena keterbatasan kemampuan ekonomi orang tua, maka saya hanya bisa memilih sekolah yang murah, salah satu sekolah saya berada di lereng merapi Yogyakarta. Sekolah yang berada dikampung dengan fasilitas yang serba pas-pasan (maklum sekolah desa), tetapi saya sangat menyukai sekolah tersebut.

Ketika masih anak-anak, saya tidak banyak mengenal permainan modern karena orang tua tidak memiliki kemampuan untuk membelikan permainan modern. Sebagai layaknya orang kampung, masa kecil saya dihabiskan dengan bermain di sawah dan sungai. Suasana belajar pun masih menggunakan lampu minyak (sentir), karena listrik baru masuk ketika saya duduk di bangku kelas satu SMP. Akhirnya saya berpikir, jika masa kecil saya tumbuh dengan alamiah dan tidak banyak terkontaminasi dengan kehidupan modern.

Ketika lulus SMP, saya ingin masuk STM supaya bisa dengan cepat mencari kerja. Dalam hati kecil saya (jujur), saya sangat ingin menjadi sopir bis. Maklum saat itu saya sering diajak oleh orang tua saya keluar kota dan duduk dibelakang sopir bis.

Keterbatasan ekonomi orang tua memaksa saya untuk ingin segera mandiri. Sejak duduk di SMA, saya sudah memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja, dan malam saya lalui untuk belajar. Saya ingin bisa segera selesai sekolah. Hal serupa juga saya lakukan ketika masih kuliah. Saya ingin cepat selesai. Akhirnya waktu-waktu kuliah, saya lalui dengan belajar sambil bekerja menjadi tentor dan guru privat keliling.

Alhamdulillah, akhirnya kuliah bisa lulus cepat dengan predikat CUMLAUDE. Secara bersamaan saya ada tawaran untuk menjadi asisten dosen, saya jalani masa-masa tersebut.

Pada suatu ketika, saya ditelephone oleh dosen senior saya, jika dia memiliki aplikasi beasiswa ADS (Australian Development Scholarship). Saya memiliki cukup waktu untuk mempelajarinya dengan baik dan mengumpulkan semua dokumen. Sejak dulu saya termasuk orang yang menginginkan pekerjaan terencana dengan baik. Setelah mempelajari dengan baik, saya putuskan untuk mengisi aplikasi tersebut. Tanpa disangka, saya mendapatkan surat panggilan test, kemudian surat terakhir menyatakan saya lolos.

Ketika saya ditelephone adik saya jika ada surat dari ADS, dan ada kabar saya lolos, hampir saya tidak percaya. Saya merasa tidak melakukan apa-apa. Saya hanya berpikir jika saya hanya melakukan sebatas kemampuan saya, selebihnya saya serahkan ke Yang Maha Kuasa. Saya tidak memiliki rasa optimis yang tinggi ketika apply beasiswa tersebut.

Akhirnya saya lolos ADS dan pergi ke Flinders University, Adelaide South Australia untuk menempuh Master. Setelah 1 tahun kembali ke Yogyakarta, saya berkirim aplikasi untuk melamar S3 dan alhamdulillah mendapatkan beasiswa S3 (Dikti) untuk studi di PhD di kampus yang sama.

Saya berterima kasih untuk keluarga orang tua saya, keluarga saya, kolega saya dan almamater saya yang sampai saat ini saya masih secara resmi tercatat sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas Sarjanawiyata Tamasiswa Yogyakarta. Untuk teman-teman angkatan 1993 (MAN Yogyakarta 1), Angkatan 1990 (SMP Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman Yk), Angkatan 1984 Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa.

Kebahagian saya selanjutnya adalah saya bisa membawa keluarga saya (anak dan istri) untuk tinggal di Australia. Bahkan anak-anak saya juga ikut merasakan pendidikan di luar negeri.

Point yang saya sampaikan:

Kesuksesan tidak akan datang tanpa usaha. Yang Kuasa tidak akan mengubah nasib kita, kecuali kita sendiri yang mengubah. Lakukan yang terbaik yang kita bisa, selanjutnya serahkan ke Yang Maha Kuasa. Meskipun ada tiga kesempatan dengan empat pelamar, jika Yang Kuasa belum mengijinkan, maka kita tidak akan lolos atau meskipun hanya satu kesempatan dengan ribuan pelamar tetapi itu sudah menjadi rezeki kita, Insya Allah akan menjadi milik kita. Bagi saya, beasiswa ini adalah rezeki dari Allah, seperti rezeki mendapatkan pekerjaan dll. Jadi, lebih baik mencoba, tetapi dengan serius bukan main-main. Lakukan yang terbaik yang kita bisa, Insya Allah yang Kuasa akan mengabulkannya.

Baca blog saya: http://www.blogpendidikan.subekti.com

5. Saya adalah salah seorang perempuan yang beruntung mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri atas beasiswa pemerintah Australia. Bernama lengkap Eka Puspitawati dengan panggilan Eka, sebelum berangkat studi saya bekerja sebagai asisten dosen dan peneliti di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bogor. Dengan modal ijazah S2 dalam negeri dengan spesialisasi S2 Ekonomi Pertanian (Sosek Pertanian), saya mulai menata mimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan di negeri yang kualitas pendidikan rata-ratanya lebih baik dari di negeri sendiri.

Awalnya saya diliputi rasa ketidakpercayaan diri akan kemampuan untuk meraih mimpi itu. Saya bukan termasuk katagori cumlaude saat menempuh jenjang sarjana, tapi punya mimpi besar untuk bisa meraih pendidikan yang lebih baik dan bisa berinteraksi dengan dunia internasional baik melalui tulisan maupun penelitian.

Masih ingat lagu ini?

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya”

Penggalan lirik Laskar Pelangi sepertinya pas buat gambaran sepenggal kisah saya dalam meraih pendidikan tinggi di luar negeri, Australia. Ya, semua berawal dari mimpi. Mimpi yang saya bangun semenjak hampir kelulusan dari sekolah pascasarjana di Bogor. Lingkungan pula yang ikut membangkitkan dan menjaga mimpi-mimpi itu. Di kelilingi lingkungan bekerja yang selalu mendengungkan kenyamanan dan kelebihan dari bersekolah di luar negeri, mau tidak mau mengubah paradigma saya bahwa perempuan juga bisa dan dan mampu bersaing merebut kursi beasiswa sekolah di luar negeri yang terbatas, apalagi untuk meraih beasiswa PhD.

”Tidak ada sesuatupun yang diperoleh dengan tanpa usaha dan doa”, prinsip saya. Mimpi yang terus mendengung untuk bisa melanglang buana ke luar negeri menuntun alam pikir untuk mengupayakan menyusuri jalan ke arah itu. Faktor bahasa adalah faktor utama untuk bisa sekolah di negeri orang. Karena lemah dalam penghapalan kosa kata baru, akhirnya menetapkan hati untuk menargetkan beasiswa yang membiayai sekolah di negera-negara berbahasa utama bahasa Inggris. Menyadari kemampuan bahasa asing (Inggris) yang pas-pasan bahkan bisa dikata kurang, akhirnya disela-sela waktu bekerja saya sempatkan kursus bahasa Inggris. Dari kursus bahasa Inggris yang bareng dengan anak-anak SMP, sampai kursus tips dan trik menghadapi IELTS selama lebih dari satu tahun, semua saya lakoni supaya saat test IELTS/TOEFL tidak mengecewakan. Tes IELTS di lembaga kursus kampus di Bogor untuk syarat pengajuan beasiswa pun saya jalani meski hasilnya tidak sepuas yang diharapkan, tapi cukup untuk modal pengajuan beasiswa.

Untuk pertama kali, aplikasi beasiswa ADS pun saya layangkan. Baru seleksi administratif, sudah tidak lolos karena berkas-berkas tidak lengkap seperti surat rekomendasi (saat itu dibutuhkan surat keterangan/rekomendasi dari atasan kerja/kolega). Akhirnya untuk mendapatkan peluang yang sama, saya harus menunggu kesempatan selanjutnya. Tapi usaha mencari sumber beasiswa lainnya pun tidak henti saya sisir. Informasi beasiswa selain ADS pun terbuka karena keterlibatan saya pada suatu penelitian dengan ACIAR (Australian Centre for International Agricultural Research) atau semacam lembaga penelitian Departemen Pertaniannya Australia. Lembaga ini memberikan grant beasiswa JAF (John Allwright Scholarship) yang diprioritaskan bagi orang-orang yang punya kontribusi dan atau diperkirakan punya potensi besar sebagai agen pembangun pertanian di Indonesia terutama dalam hubungan kerjasama riset antara Indonesia-Australia, alias punya latarbelakang keterlibatan langsung dan tidak terhadap proyek-proyek ACIAR.

Dari pengajuan beasiswa JAF ini, saya jadi belajar strategi mendapatkan beasiswa. Berikut tips yang bisa saya sharing buat teman-teman yang punya mimpi sama, terutama yang punya keinginan meneruskan pendidikan S3nya di luar negeri.

1. Kalau kamu punya kapabilitas dan kapasitas di bidang tertentu yang lebih dari rata-rata, tidak perlu khawatir soal bahasa dalam pengajuan aplikasi beasiswa. Kemampuan bahasa bisa diasah dengan pelatihan (kursus) yang diadakan dibeberapa sponsor beasiswa seperti ADS dan JAF. Kebanyakan lembaga sponsor (pemberi beasiswa) mencari orang-orang yang dianggapnya punya potensi sebagai agen pembangun di daerah/bidangnya masing-masing atau punya ide penelitian yang dianggap penting. Sang sponsorship akan ’mati-matian’ mengusahakan perbaikan kualitas bahasa (Inggris) si calon penerima beasiswa yang dianggapnya punya potensi besar. Bahkan ada teman yang dikursuskan hingga satu tahun lebih hanya karena skor IELTS-nya belum mencukupi syarat minimal. Oleh karena itu, penting artinya ’surat sakti’ atau rekomendasi dari seseorang yang punya otoritas tinggi di tempat kamu bekerja atau berorganisasi yang menyatakan bahwa kamu punya potensi besar di lingkungan kerja atau lebih luas. Saran saya, jangan menunggu nilai IELTS mu mencapai batas minimum di universitas tujuan di luar negeri dalam mengajukan lamaran beasiswa, tapi coba dulu dengan nilai IELTS yang ada.
2. Kalau kamu perempuan, apalagi berdomisili di wilayah Indonesia bagian timur, kans besar buatmu untuk mendapatkan sponsorship. Apalagi akan melakukan penelitian seputar gender.
3. Buat pengaju beasiswa riset (baik S2 maupun S3), disarankan punya hubungan/kontak dengan calon supervisor (pembimbing) terlebih dahulu. Mereka bisa dijadikan nilai tambah (bahkan nilai kunci untuk pengaju S3). Tapi hal ini bukan harga mati, karena saya pun baru mengenal supervisor saya setelah saya mendapatkan beasiswa JAF. Hal ini dikarenakan beasiswa yang saya peroleh sifatnya terikat, dalam artian mereka penerima JAF harus ikut serta dalam penelitian yang dikerjakan ACIAR.
4. Saat test wawancara, rileks dan tenang dalam menjawab semua pertanyaan. Tunjukkan pula bahwa kamu bersungguh-sungguh untuk studi dan akan kembali ke tanah air untuk mengabdikan ilmu yang diperoleh sekembalinya nanti baik untuk pengembangan diri pribadi maupun (jika mampu) untuk kemaslahatan orang-orang sekitar.
5. Jika mengalami kegagalan, coba dan coba lagi sampai batas umur maksimal! Pantang menyerah dan terus mencari sumber-sumber beasiswa lain yang memungkinkan.
6. Berdoa dan mohon restu (keikhlasan) dari orang-orang sekeliling, terutama orang tua dan suami/istri. Menuntut ilmu ke negeri orang laksana jihad, apapun bisa terjadi nantinya di tempat yang jauh dari sanak saudara. Doa kesehatan dan keselamatan yang tiada henti kita perlukan selama proses beasiswa hingga selama studi berlangsung.

Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi inspirasi dan penyemangat teman-teman yang punya mimpi yang sama. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar! Usaha dan doa yang terus-menerus niscaya akan mendekatkan mimpi-mimpi itu hingga kita bisa mendekapnya. Segala pertanyaan dan komen akan tulisan ini bisa menghubungi saya melalui email ekapuspitawati@yahoo.com, atau jaringan facebook, dengan mencari kata kunci Eka Puspitawati.

6. Ini adalah tulisan saya di mailing list beasiswa untuk menjawab banyaknya komentar dan pertanyaan atas testimoni saya sebelumnya.

Mohon maaf pertanyaannya saya rangkum dan saya sampaikan melalui mailist ini (insyaALloh tidak ada pertanyaan yang pribadi kok) mudah2an bermanfaat bagi anggota yang lain. Juga buat banyak temen2 lain yang telah sukses memperoleh beasiswa di luar negeri silahkan lho ngasih tambahan jawaban atas pertanyaan2 tersebut (sebab jawaban saya hanya terbatas pada pengalaman dan pendapat saya aja:)

Pertama kali saya ucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah berkenan memberi selamat, komentar maupun pertanyaan ke saya…wuih..pertanyaannya banyak dan sulit2 ! Salam salut juga saya sampaikan ke Mailist ini dan moderatornya saya membuktikan Mailist Beasiswa ini memang mailing paling populer di Indonesia untuk info beasiswa: hanya dalam 2 hari setelah testimoni di Milist ini blog cerita pengalaman beasiswa saya (tonydwisusanto.wordpress.com) yang biasanya hanya diakses 32 orang langsung melompat diakses lebih dari 1100x!!! Selamat buat temen2 moderator!

Langsung saja menjawab pertanyaan ya:

“apa latarbelakang disiplin ilmu anda dan apa bidang kajian yang akan anda tekuni dalam program Phd ALA ?

Jawab: Alhamdulillaah latar belakang S2 saya Teknik Elektro spesialisasi Sistem Komputer & Informasi mas….Kajian saya untuk PhD saya Mobile Technology untuk E-government

Apakah saya perlu melamar sebagai visiting researcher dll dulu sebelum ngalamar beasiswa sekolah spt mas / langsung saja ?

Jawab: Mbak , saya selalu percaya kalo “Menjaring Ikan” itu lebih besar peluang dapet ikannya daripada “Mancing ikan” jadi Lakukan saja semua usaha secara Bersama2 insyaALloh peluang rizqinya lebih besar (kirim semua aplikasi yang ada: ya visiting researcher, ya beasiswa, ya yg ada dech pokoknya apply aja….jangan mendikte urutan rizqi Alloh ya

Saya kok tidak PD nglamar langsung s3 LN, apakah daftar s2 lagi aja ato bgmn saran mas?

Jawab: di-PD2in aja mbak …lamar S3 langsung aja! kalo pas doa mohon tuntunan Alloh biar “disiapkan” untuk S3 kita insyaAlloh dalam pengalaman saya nanti Alloh akan memberikan takdir2 yang membuat kita makin PD dan siap untuk S3. Sama kok saya dulu juga nggak PD, tapi modal saya cuman nekat aja ama mau belajar cepet2.

Jalur awalnya bagaimana dulu mas bagusnya, kontak profesor dulu ato cari skema beasiswanya dulu ?

Jawab: Perbanyak kontak profesor dulu..tapi bukan berarti terus nggak nyari skema beasiswa…jadi bisa bareng. Biasanya kalo kita dapat profesor dulu peluang beasiswa lebih mudah (beberapa beasiswa mensyaratkan kita punya supervisor dulu)

(mungkin ini yg terpenting) Dari blognya, mas spt bisa memaintain semangat utk terus mencari beasiswa baik utk sekolah, visiting researcher/lecturer, dll. Semangat saya timbul tenggelam, apalg kl ada hambatan2. Bagaimana tipsnya memperthankan motivasi ini ya (maaf mungkin klise).

Jawab: Mbak, sama semangat saya juga turun naik, sering PD tapi sering juga rendah diri dan hampir putus harapan, itu memang karakter kita sebagai manusia mbak..wajar…hanya kalo saya begini: perbanyaklah DOA karena melalui doa kita mengakui bahwa kita HAMBA SAHAYA yang tidak memiliki kuasa apapun akan takdir hidup kita, kita benar2 menyerahkan semua urusan dan hajat kita kepada ridlo Alloh..dan bagi Alloh pencipta dan penentu setiap kejadian APAPUN BISA TERJADI (bahkan dalam keyakinan saya, dengan doa dan amal yang sungguh2 Alloh Maha Mutlak untuk memberi kita beasiswa meski mungkin sebelumnya kita tidak “tertulis” memperoleh beasiswa). Yang kedua Setiap kalo kita berDoa setiap kali pula secara psikologis kita BERBICARA KEPADA DIRI SENDIRI, mengingatkan tekad kita dan menyalakan lagi semangat keinginan kita, coba mbak Novi hitung kalo doa kita sehari 5x maka 5x pula kita mengingatkan diri kita akan target Beasiswa kita. Yang ketiga, selalu ucapkan cita2 Beasiswa kita ini acapkali kita ngobrol dengan orang lain, bukan untuk sombong tetapi untuk menyemangati diri sendiri dan berdoa..jadi saya sering kalo ngobrol beasiswa saya selalu ngomong “ya Teman…insyaALloh mudah2an sesudah PhD ini Alloh menganugerahkan saya rizqi Post doctoral …amiiin” ingat mbak setiap omongan bisa berupa doa jadi hati2 tiap kita ngomong, kita khan sukanya malah berdoa sebaliknya khan saat ngobrol dengan teman seperti “..nggak tahu lah..kaya’nya saya nggak bakalan dapat beasiswa” ..nah lo ati2 kalo pas malaikat ikut mengaminkan. Pokoknya banyak doa minta beasiswa dech…pas naik motor, habis sholat, ngobrol, nyapu, dll kita nggak tahu kapan Alloh mengabulkan doa kita ini

Dari blognya, implisit bhwa kalo qt berusaha dg cerdas & tdk menyerah & berdoa insyaAllah kesempatan beasiswa akan datang. Mungkin seperti itu ya mas ? (Maaf ini mungkin menyemangati diri )

Jawab:…..InsyaALloh Mbak…. pokoknya kuncinya: Kenali Hukum Sebab-AKibat Alloh (Fisik-Non Fisik), penuhi Hukum itu, Keep Trying & Keep Praying! Selalu Ridlo dan Berprasangka baik akan takdir Alloh.

Sewaktu apply ke ALA tempo hari, test toefl yang digunakan IBTatau paper based test?

Jawab: saya cuman pake TOEFL Institutional yang bayarnya 250 Ribu rupiah itu lho mas

Mohon juga trik meningkatkan skor toeflnya karena toefl IBT saya tertinggi baru 533.

Jawab: sama mas..saya juga punya masalah TOEFL…kalo pengalaman saya memang lebih cepet nilai TOEFL meningkat kalo kita Sering Latihan Soal secara sungguh2 (pake batasan waktu) terus mencatat setiap pola soal TOEFL yang khas.

Mohon juga info beasiswa yang ada di flinders univ untuk orang indonesia .

Jawab: mas buka aja di blog saya terus klik di link Beasiswa Flinders kolom sebelah kiri

Langkah2 yang paling efektif dalam mencari beasiswa ke luar negeri. apakah langkah awalnya adalah Test TOEFL dulu selain menentukan negara tujuan dan jurusan? karena setau saya dalam mengisi setiap application form yang ada di berbagai University , pasti akan ditanyakan berapa score TOEFL/IELTS/GMAT.

Jawab: menurut saya tes TOEFL/IELTS syarat pasti yang harus dicapai sambil mencari peluang info beasiswa, jadi maksud saya lakukan bareng aja…terus latihan tes TOEFL ama nyari info beasiswa jangan satu2 kelamaan

apakah TOEFL prediction test di institusi tertentu seperti EF, ILP, dll. bisa dipakai sebagai pengganti TOEFL score yang dikeluarkan oleh ETS dan berlaku di semua universitas di luar negeri?

Jawab: tergantung syarat beasiswanya mbak..contoh kalo temen saya waktu di Arab hanya pake TOEFL like tapi kalo secara tertulis mintanya Intitutional atau International TOEFL ya harus itu

TOEFL score dari ETS apakah bisa dipakai juga di negara2 seperti Australia , UKyang umumnya menwajibkan IELTS sebagai syarat English test? atau meskipun sudah punya TOEFL score, tetap harus mengambil IELTS test lagi dalam artian TOEFL tidak bisa dipakai di negara tersebut?

Jawab: dalam kasus saya, saya diterima ALA pake TOEFL mbak dan nggak harus tes IELTS yang mahal 2 juta an

Setahu saya untuk mengambil gelar MBA, salah satu syarat adalah harus melalui GMAT test. Apakah hanya diperlukan GMAT saja? atau GMAT dan TOEFL atau GMAT dan IELTS?

Jawab: wuaduh..saya nggak pengalaman tes untuk MBA mbak..mungkin temen2 lain/moderator bisa jawab

Yang terakhir kalau boleh tahu, dalam kurun waktu 5 tahun mencoba, sudah berapa banyak yang di-apply? ini bisa menjadi motivasi buat saya juga, supaya tidak gampang putus asa =)

Jawab: ….malu benernya…Beasiswa IATSS-Japan : apply 2x baru dapet, Beasiswa BPPS: 1x apply dapet, Beasiswa Assistantship KSU-Arab: 1x apply dapat, beasiswa Visiting Researcher: kebetulan aja dikasih , Beasiswa PhD: 3x apply ADS gagal! 2xapply APS gagal terus!, 2x apply EPA gagalterus!, 2x apply EIPRS gagal terus!, apply Fullbright 2x gagal terus! apply ALA 2x baru berhasil jadi total apply untuk PhD baru berhasil setelah 11x Apply!!! ) Alhamdulillaah

Maksud anda s1 yang dibungkus s2 dengan research assisten itu seperti apa??

Jawab: S1 saya kurang laku mbak kalo buat nyari beasiswa maka saya ndaftar S2 dalam negeri Jurusan yang “keren” (banyak tawaran) beasiswa

Syarat dapet phd ke aussie mmg denger2 boleh dari s1 (bachelor degree), tapi apakah ada syarat khusus?kebetulan dosen saya dari aussie juga, blw bilang ada tapi dulu (tahun 82an dia dpt beasiswanya), syaratnya klo dulu harus course work dulu 1 tahun, klo lulus baru research program..apa memang spt itu?

Jawab: wuaduh kalo dari S1 langsung ke S3 biasanya S1-nya dari universitas tersebut atau internasional terus memang prestasi IPK nya perfect dan tawaran penelitiannya sangat menarik untuk Universitas itu dan sekualitas S3. disini memang ada S2 coursework yang hanya 1.5 tahun.

Anda dptnya research program??, boleh cerita gak, perjalanan cari supervisor hingga dpt seperti apa?

Jawab: mbak Aida buka blog saya aja baca cerita saya di “Pengalaman & Tips memperoleh Fellowship Visiting Reseracher” ya Mbak

klo gak salah beasiswa ALA itu mensyaratkan tidak boleh merit??, dari cerita anda istri anda dpt beasiswa s2 juga??nah kebetulan harapan saya juga demikian…yg saya mau tanya apakah boleh??

JAwab: BOLEH NIKAH donk…hanya nggak ditanggung keluarganya..apalagi biaya pernikahannya

oh ya, maaf juga saya agak bingung panggil anda apa??secara di email ada 2003 saya gak faham apa mungkin anda ank 2003?? berarti dibawah saya??saya 2001. nah tapi juga..anda cerita nyrai beasiswa tahun?? apa mungkin, soalnya anak 2003 barusan aja lulus kan??

JAwab: biasanya temen2 dan mahasiswa saya manggilnya “mas” mbak..tapi kalo MAHASISWI manggil saya “Kangmas”

Nb: Ada beberapa pertanyaan lain yang sejenis mudah2an dapat mewakili…buat temen2 lain mungkin ada yang mau nambahin..silahkan,
sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kekurangan/kesalahan yang ada

tentang akuh

Foto saya
zara maiza najla adalah sebuah yang artinya seorang puteri yang cerdas dan bermata indah terbuka....